Masyarakat Diminta Tenang Hadapi Corona, MJP Janji Kawal Anggaran Penanggulangan Rp 45 M

MANGUNINEWS.COM, Manado – Teror Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus corona terus meresahkan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Menyikapi hal ini, publik Nyiur Melambai diminta untuk tetap tenang, tanpa mengabaikan kewaspadaan. Hal itu mencuat dalam diskusi atau Kopi Darat (Kopdar) yang diselenggarakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Melky Jakhin Pangemanan (MJP).

Kopdar bulanan dalam rangka mempertanggungjawabkan kinerjanya sebagai wakil rakyat kali itu mengusung tema “COVID-19: Antisipasi Penyebaran dan Dampaknya di Sulawesi Utara”. Kegiatan rutin itu digelar di ruang kerja Komisi IV DPRD Sulut, Senin (16/20).

Pangemanan berharap, dengan adanya diskusi ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan masyarakat perihal penyebaran dan penanganan Covid-19.

“DPRD Provinsi sebagai lembaga yang melakukan pengawasan, berperan serta melakukan edukasi ke masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi virus corona ini,” ujar nakhoda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut ini.

Sebagai Anggota DPRD, ia juga memastikan akan mengawal anggaran sebesar Rp 45 miliar yang dialokasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk penanggulangan Covid-19.

“Saya memastikan bahwa anggaran tersebut akan digunakan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan dan keselamatan masyarakat Sulawesi Utara,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, Pangemanan juga memaparkan hasil kerjanya selang bulan Februari seperti, membawa aspirasi buruh yang melakukan demo soal Omnibus Law ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kementerian Pendidikan soal permasalahan dana sertifikasi guru di Sulut, konsultasi Panitia Khusus (Pansus) terkait pembahasan tata tertib DPRD Sulut, menerima banyak aduan dan aspirasi warga setiap hari, hingga menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait polemik pendirian Musholah di perum Agape Tumaluntung dengan mengundang beberapa tokoh dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) seperti Anshor dan LMI, yang menghasilkan kesepahaman dalam berpikir.

“Jadi semua laporan saya dapat diakses oleh publik lewat fanpage saya. Semua kerja-kerja saya di DPRD Sulut saya sampaikan, dan saya selalu konsisten terhadap kinerja saya meskipun ada beberapa orang yang saat demo KSBSI lalu menyebut saya seorang penipu. Tuduhan yang tidak benar dan kelihatan tendensius serta kurang paham. Namun itu tidak apa-apa karena itu merupakan bagian dari dinamika kerja saya, dan saya sudah maafkan orang tersebut. Prinsip saya teguh, terus bekerja untuk rakyat dan transparan dalam tugas,” ucap Pangemanan.

Hadir sebagai narasumber dalam Kopdar itu, dr. Fransiskus A. Silangen, Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Henry Kaitjily, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sulut, Steven Dendal, serta Pengamat Politik dan Pemerintahan, Taufik Tumbelaka. (Tim Man)