6 Bulan Pandemi Covid-19, WHO: 10 Juta Kasus Positif di Dunia

MANGUNINEWS.COM, Genewa – Hari ini menandai enam bulan penyebaran wabah pandemi Covid-19 di dunia, sejak ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, China, pada Desember 2019.

Hal itu diungkapkan oleh Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dalam jumpa pers lewat video virtual dari markas WHO di Genewa, Senin (29/06/20).

“Besok menandai enam bulan sejak WHO menerima laporan pertama dari sekelompok kasus pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui di Cina,” katanya.

Lebih lanjut Tedros mengajak masyarakat dunia untuk merenungkan bersama enam bulan yang telah lewat, “Peringatan enam bulan wabah bertepatan dengan mencapai 10 juta kasus dan 500.000 kematian. Ini adalah saat bagi kita semua untuk merenungkan kemajuan yang telah kita buat dan pelajaran yang telah kita pelajari, dan untuk berkomitmen kembali untuk melakukan segala yang kita bisa untuk menyelamatkan hidup.”

Dilansir dalam buku laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) ke-161 tertanggal 29 Juni 2020, mengenai data peyebaran Covid-19. Tercatat bahwa kasus positif Covid-19 di dunia telah mencapai angka 10.021.401 dengan angka kematian 499.913 jiwa.

Tedros pun mengakui bahwa pandemi Covid-19 adalah wabah yang sulit diprediksi dan telah banyak merubah tatanan hidup manusia.

“Enam bulan lalu, tidak satu pun dari kita yang bisa membayangkan bagaimana dunia kita dan hidup kita akan dilemparkan ke dalam kekacauan oleh virus baru ini,” katanya.

Tedros pun tidak dapat menyangkal bahwa pandemi ini telah membawa keluar sisi yang terbaik dan terburuk dari kemanusiaan. “Di seluruh dunia kita telah menyaksikan tindakan ketahanan, penemuan, solidaritas, dan kebaikan yang mengharukan. Tetapi kita juga telah melihat tentang tanda-tanda stigma, kesalahan informasi dan politisasi pandemi.”

Tedros pun mengungkapkan bahwa selama enam bulan terakhir, WHO bersama mitra mereka telah bekerja tanpa henti untuk mendukung semua negara dalam mempersiapkan dan menanggapi virus baru ini. Hasil kerja mereka tersebut dalam bentuk laporan sejak 1 Januari 2020 telah dibuat timeline dan dapat diakses oleh masyarakat umum (https://www.who.int/news-room/detail/29-06-2020-covidtimeline).

“Hari ini, kami menerbitkan timeline (garis waktu, red) yang diperbarui dan terperinci dari respons WHO terhadap pandemi di situs web kami, sehingga masyarakat dapat melihat apa yang terjadi dalam enam bulan terakhir terkait dengan respons tersebut. Ini menggambarkan berbagai pekerjaan WHO untuk menghentikan transmisi dan menyelamatkan nyawa,” jelasnya.

Dengan kenyataan-kenyataan akibat dampak wabah pandemi Covid-19 itu, Tedros mengimbau masyarakat dunia agar tidak berputus harapan.

“Kita telah kehilangan begitu banyak, tetapi kita tidak bisa kehilangan harapan. Ini adalah waktu untuk memperbarui komitmen kita untuk memberdayakan masyarakat, menekan transmisi, menyelamatkan nyawa, mempercepat penelitian dan kepemimpinan politik dan moral. Tetapi ini juga merupakan waktu bagi semua negara untuk memperbarui komitmen mereka terhadap cakupan kesehatan universal sebagai landasan pembangunan sosial dan ekonomi dan untuk membangun dunia yang lebih aman, lebih adil, lebih hijau, dan lebih inklusif yang kita semua inginkan,” tutupnya. (Yonatan Kembuan)