Adu Kuat Tandem Politik ‘OD vs GSVL’ dalam Pilkada Kota Manado

MANGUNINEWS.COM, Manado – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado sangat menarik untuk dicermati. Bukan saja diikuti oleh empat paslon, tetapi terjadi tarik menarik ego sentral terhadap kekuasaan yang dimiliki oleh elit partai politik (parpol) dan top eksekutif (pemerintahan,red) yang ada saat ini.

Seperti Olly Dondokambey (OD) yang memainkan peran untuk Andrei Angouw-Richard Sualang (AA-RS) dan Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) yang memainkan peran untuk Paulina Runtuwene-Harley Mangindaan (PAHAM). Demikian dikatakan pengamat politik, Josef Kairupan, S.IP., M.IP., kepada media ini, Selasa (24/11).

Menurutnya, fenomena tandem yang satu partai bukan sesuatu hal yang baru. Sosialisasi atau kampanye secara bersama dilakukan tidak hanya untuk anggaran kampanye, tapi juga untuk raihan suara yang lebih besar.

“Jika diantara mereka merupakan tokoh yang sangat berpengaruh, tentunya bisa mempengaruhi pemilih secara signifikan. Hal ini juga dapat menjadi sebuah strategi sendiri bagi paslon yang bersangkutan,” ungkapnya.

Dalam dinamika politik saat ini, ia mengatakan semua partai mempunyai spirit yang sama dan tidak ada lagi partai ideologis. Bahkan tidak sedikit masyarakat pemilih yang lebih memilih figur bukan lagi melihat parpol, sehingga masyarakat akan memilih figur di partai manapun.

“Bisa juga pemilih menentukan pilihannya untuk pasangan calon (paslon) gubernur memilih dari partai A, dan di tingkat kabupaten/kota memilih paslon dari partai B,” sambung Kairupan.

Jika berbicara anggaran melalui strategi tandem ini memang lebih hemat, tetapi raihan suara tidak bisa menjamin real. Terlebih dengan perbedaan nomor paslon bakal membingungkan pemilih, begitu pula dengan ketokohan yang dimiliki oleh masing-masing paslon dan tandemnya.

“Dan hal ini adalah sesuatu yang lumrah dan wajar, apalagi di sisi GSVL tandem ini mempunyai hubungan keluarga yang sangat dekat sebagai istri GSVL itu sendiri. Berbeda dengan OD, tandemnya sebatas ikatan dalam partai politik dimana OD sebagai tokoh elit PDIP baik daerah maupun pusat,” ujarnya.

Lanjut Kairupan, disatu sisi kedua elit ini memiliki pengaruh dan kekuasaan masing-masing, setidaknya memberikan efek untuk mempengaruhi preferensi pemilih.

“Namun disisi lain ada kelebihan yang dimiliki GSVL sebagai wali kota aktif yang saat ini sedang berkuasa dan tidak mengambil cuti. Selang waktu ini jelas mampu memberikan cengkraman yang kuat kepada jajaran birokrasi termasuk kepala-kepala lingkungan, agar dalam pelaksanaan kerjanya dapat membonceng kepentingan pemenangan PAHAM, baik melalui sosialisasi program maupun arahan dukungan,” lanjut Kairupan.

Sedangkan OD sebagai gubernur yang sedang menjalani masa cuti, kampanye ini kesannya lebih terbatas untuk melakukan kampanye lebih luas lagi untuk pemenangan AA-RS. Karena posisi OD juga sebagai paslon gubernur, harus berkosentrasi untuk memenangkan posisinya kembali sebagai pemenang pada perhelatan pilgub kali ini.

“Berbeda dengan GSVL yang hanya fokus pada pemenangan JPAR-Ai. Karena GSVL sendiri tidak dalam posisi calon, sehingga ada keleluasaan lebih dan GSVL juga sangat jelas mengetahui karakteristik pemilih kota manado dengan pengalaman dua kali memenangkan pilkada kota Manado,” ujarnya.

Diungkapkan, bayang-bayang pengaruh yang diberikan akan berbeda antara OD kepada paslon AA-RS dengan GSVL kepada paslon PAHAM.

Menurut dirinya, GSVL dapat memainkan peran lebih dengan memanfaatkan sumber daya yang ada saat ini, untuk lebih memaksimalkan dukungan suara untuk JPAR. Walaupun sejatinya tidak boleh mencampuradukkan kepentingan pelayanan publik dengan politik, tetapi berbagai strategi dan metode yang digunakan akan dikemas atau berbajukan kebijakan publik yang sasaran outcomenya untuk meningkatkan elektabilitas tandemnya.

“Berbeda dengan OD yang harus berbagi fokus dan konsentrasi antara AA-RS dengan dirinya yang juga sebagai paslon, sehingga OD akan lebih mengandalkan kekuatan mesin partai untuk mendulang suara AA-RS. Walaupun disisi lain, bergambungnya JIMBARO memenangkan satu paket OD-SK dan AA-RS, ternyata tidak seperti yang diharapkan untuk OD-SK. Massa JIMBARO solid karena popularitas dan prestasi OD-SK itu sendiri yang menjadi nilai tambahnya, tetapi berbeda kenyataannya untuk AA-RS, massa JIMBARO lebih memilih jalannya masing-masing,” tukasnya

“Tetapi disisi lain, pertarungan pilkada kota Manado merupakan taruhan gengsi dan ego kekuasaan bagi PDIP, karena selama ini sejarah belum pernah mencatat bahwa PDIP pernah unggul merebut pimpinan top eksekutif kota Manado,” kunci Kairupan.

(Anugrah Pandey)