Akademisi dari Berbagai PT di Sulut Mendesak Pengesahan RUU P-KS

MANGUNINEWS.COM, Manado – Para akademisi dari berbagai perguruan tinggi (PT) di Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan dukungan dan mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS). Suara kencang itu meletup dalam diskusi yang digelar Swara Parangpuan di Swiss-Belhotel, Manado, Rabu (27/8).

Usai menggelar diskusi, para akademisi berkompeten dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Universitas Negeri Manado (Unima), Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Universitas De Le Salle Manado, dan peneliti dari Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (PUKKAT), dengan tegas mendesak para wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) untuk segera mengesahkan RUU P-KS.

Vivi George, mewakili Direktur Eksekutif Swara Parangpuan mengatakan, kini lembaga non pemerintah ini sedang bersama jaringan nasional dan daerah sedang mengawal pengesahan RUU P-KS yang sejak tahun 2016 hingga 2020 ini masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas namun tidak pernah ada pembahasan. Saat ini, Swara Parangpuan secara khusus mencermati RUU tersebut bersama para akademisi.

“Tujuan kegiatan ini memang untuk mendapatkan pemahaman terkait urgensi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual dari sudut pandang akademisi. Selain itu, agar mendapatkan masukkan dari akademisi untuk memperkaya substansi RUU P-KS,” jelas Vivi. (Rikson Karundeng)