Akibat Penganiayaan dan Percobaan Pemerkosaan, Eki Dibekuk Bima Cs

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Tim Buruh Sergap (Buser) Polres Tomohon di bawah pimpinan Bripka Bima Pusung, berhasil menangkap pelaku tindak pidana (TP) penganiayaan dan percobaan pemerkosaan terhadap seorang perempuan (20), warga Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara. Pelaku diketahui HM (21) alias Eki, warga Kelurahan Woloan Tiga, Kecamatan Tomohon Barat.

Dari informasi petugas, Jumat (4/12), Tim Resmob mendapat informasi dari piket SPKT ada seorang perempuan yang menjadi korban tindak pidana. Kejadian di ruas jalan Woloan-Tomohon, Kelurahan Woloan Dua, Kecamatan Tomohon Barat.

“Menurut info, korban saat itu sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Bethesda. Tim Resmob langsung mengecek korban di RS Bethesda dan mendapati korban sedang dalam kondisi luka di beberapa bagian tubuh. Selanjutnya kami langsung melakukan interogasi terhadap korban perihal kejadian dan siapa pelakunya,” kata Bripka Bima Pusung.

Berdasarkan informasi yang ada, Tim Resmob langsung mencari dan mengejar pelaku di tempat tinggalnya di Kelurahan Woloan Tiga, Kecamatan Tomohon Barat. Namun pelaku tidak berada di rumahnya.

“Tim kemudian melakukan pengembangan dan mengumpulkan informasi dari keluarga dan warga sekitar tentang tempat yang sering dikunjungi oleh pelaku. Sabtu (5/12), sekira jam 03.30 Wita, Tim Resmob berhasil mengamankan pelaku di rumah kerabatnya yang ada di Kelurahan Woloan Tiga,” jelas Pusung.

Saat diamankan, pelaku sempat bersembunyi di bawah kasur, di salah satu kamar yang ada di dalam rumah.

“Saat diamankan pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatannya yang menyebabkan korban mengalami luka dan pelaku berniat akan menyetubuhi korban. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mako Polres Tomohon guna penyidikan lebih lanjut,” ungkap Pusung.

Ada pun barang bukti yang diamankan berupa 1 unit kendaraan roda 2 (motor) Honda Blade warna merah hitam, dengan plat nomor DB 2669 GH.

Lebih lanjut Katim Resmob Bripka Bima Pusung, menjelaskan kronologi kejadiannya. Awalnya antara pelaku dan korban melakukan chat di mesangger medsos Facebook. Pelaku mengajak korban untuk minum minuman keras dan korban mengiayakan ajakan pelaku.

Sekira pukul 19.00 Wita, pelaku bersama temannya lelaki Egen, menjemput korban menggunakan sepeda motor yang dikendarai pelaku di rumah korban, Kelurahan Kakaskasen Dua, Kecamatan Tomohon Utara. Pelaku dan korban kemudian menuju ke rumah paman pelaku

Sebelumnya teman pelaku lelaki Egen, turun di jalan simpang tiga menuju Panti Asuhan Sayap Kasih. Pelaku dan korban selanjutnya melakukan pesta minuman keras di rumah paman pelaku.

“Sekitar tiga jam pelaku dan korban melakukan pesta miras, kemudian korban meminta pelaku untuk mangantar korban pulang. Akan tetapi pelaku tidak mengiakan permintaan korban. Korban sambil marah langsung keluar dari rumah tersebut, berjalan untuk pulang. Akan tetapi pelaku mengejar korban menggunakan motor miliknya, dan korban mengatakan kepada pelaku bahwa temannya akan datang menjemputnya,” beber Pusung.

Mendengar korban akan dijemput temannya, pelaku menjadi marah dan mengancam korban akan menghajar jika ada orang yang akan menjemputnya dan menyuruh korban naik ke sepeda motor milik pelaku.

Merasa takut dengan ancaman pelaku, korban naik ke atas motor pelaku, dan keduanya meninggalkan tempat di mana mereka minum miras dengan melewati jalan belakang Polres Tomohon, menuju arah Kelurahan Pinaras. Maksud pelaku akan menyetubuhi korban di gubuk ataupun tempat yang sunyi.

Korban ternyata tidak menyetujui keinginan pelaku untuk menyetubuhinya, sehingga pelaku mengendarai motornya secara ugal – ugalan dengan maksud agar supaya korban tidak turun dari motor yang dikendarai pelaku.

“Korban terjatuh dari motor tersebut, sambil saat itu korban memegang bahu pelaku. Bukannya berhenti tetapi pelaku terus menjalankan motornya sehingga mengakibatkan korban terseret di jalan. Akhirnya korban karena kelelahan dan sedang terseret di aspal, melepaskan pegangan tangannya dan terjatuh ke aspal, mengakibatkan bagian kepala dan bahu korban terbentur di aspal,” terang Pusung.

“Pelaku bukannya berhenti tapi langsung pergi dan meninggalkan korban di TKP. Karena takut, pelaku kembali lagi ke TKP guna mengecek kondisi korban. Sesampainya di TKP, pelaku melihat korban sudah tersungkur di aspal. Tapi bukannya menolong korban, pelaku malah meninggalkan korban dan kembali ke rumahnya,” tutur Pusung.

Akibat kejadian itu, korban mengalami patah tulang di bagian bahu sebelah kanan, luka di bagian kepala, lutut kaki kiri dan kanan, lecet di bagian tangan kiri dan kanan, bagian bibir atas, serta mengalami trauma. (Denny Pongayow)