Anggota Ditresnarkoba Diduga ‘Bunuh’ Lelaki ED, Polda Sulut Hentikan Penyelidikan

foto: ilustrasi pembunuhan.

MANGUNINEWS.COM, Manado – Nasib naas menimpa lelaki ED (22), warga Desa Lolah Satu, Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa. ED tewas mengenaskan di dekat kediamannya, pada 13 September 2020. Diduga pembunuhan sewenang-wenang itu dilakukan oleh anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut).

Itu diungkapkan aktivis Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado Divisi Fair Trial, Alihurdin Patiali dan Christian Tamusala lewat siaran pers.

“Malam itu ada 5 anggota Ditresnarkoba Polda Sulut bersenjata api, melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap ED di kediamannya, dengan alasan ED diduga melakukan tindak pidana kepemilikan obat tanpa izin,” ujar Patiali dan Tamusala.

Mereka menangkap ED tanpa menunjukan surat tugas maupun surat perintah penangkapan. “Polisi kemudian menggeledah kediaman ED tanpa menunjukan surat perintah penggeledahan kepada ED atau keluarganya. Polisi mencari barang bukti tetapi tidak ditemukan,” kata mereka.

Diungkapkan, istri ED sempat menanyakan surat tugas, tapi polisi tidak bisa menunjukan saat ED hendak dibawa. Ia pun sempat bertanya ED hendak dibawa kemana, polisi mengatakan ED akan dibawa ke Markas Polda Sulut.

“Ketika dibawa, ED tak melakukan perlawanan. Malam itu istrinya sempat mendengar suara tembakan, namun tidak ada di dalam pikirannya suara tembakan itu mungkin saja tembakan pada suaminya,” tutur mereka.

Keesokan harinya 14 September 2020, orang tua korban mendapati ED telah meninggal dunia di RS Bhayangkara Manado. Jenazah ED ditemukan luka sobek di bagian kepala, dan luka tembak di pinggang kiri menembus di pipi kanan.

“Keluarga ED lalu membuat laporan pidana di SPKT dan laporan di Bid Propam Polda Sulut, 15 September 2020. Dalam laporan polisi Nomor: LP/417/IX/2020/Sulut/SPKT, keluarga korban melaporkan oknum MFG, salah satu anggota Ditresnarkoba yang melakukan penangkapan terhadap ED terkait dugaan penembakan atas ED yang mengakibatkan ED meninggal dunia,” jelasnya.

Pada perkembangannya, 7 Januari 2021, Polda Sulut lewat Ditreskrimum menghentikan penyelidikan perkara dugaan pembunuhan terhadap ED, melalui Surat Perintah Penghentian Penyelidikan Nomor: SPP.Lidik/64/I/2021/Dit Reskrimum.

“Penyidik Unit 2 Subdit III Ditreskrimum dalam SPH2P Nomor: B/02 /I/2021/Dit.Reskrimum menyatakan, bahwa proses penyelidikan dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana serta adanya pasal pembelaaan Pasal 50 KUHP,” terangnya.

Penulis: Anugrah Pandey