Atasi Eceng Gondok, Komisi lll DPRD Sulut Apresiasi Pemprov dan Pemkab Minahasa

30

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Langkah serius yang diperagakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk membersihkan Danau Tondano dari tanaman gulma (eceng gondok), menuai apresiasi dari Komisi lll DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Sebagai fungsi pengawasan, tentunya kami wajib melihat sejauh mana perkembangan pekerjaan pengangkatan eceng gondok dari Danau Tondano, yang sementara dilakukan Pemprov Sulut maupun Pemkab Minahasa,” kata Ketua Komisi lll DPRD Provinsi Sulut, Berty Kapojos didampingi Koordinator Komisi lll James Arthur Kojongian, Hengky Honandar, Yongki Limen, Amir Liputo, Ayub Ali, Raski Mokodompit dan Neti Pantow, saat melakukan kunjungan kerja di lokasi pengangkatan eceng gondok di Desa Kaweng, Kecamatan Kakas, Selasa (9/6).

Menurut Kapojos, sebagai mitra kerja, DPRD Sulut dalam hal ini Komisi lll wajib memantau semua anggaran yang sudah ditetapkan dan dialokasikan untuk revitalisasi Danau Tondano. “Termasuk pengadaan alat pengangkat eceng gondok atau ponton,” kata Kapojos.

Ia juga menilai, proses pekerjaan pengangkatan eceng gondok dari Danau Tondano mengalami kemajuan pesat walaupun di tengah pandemi Covid-19. Namun begitu, kata Kapojos, proses pengangkatan eceng gondok akan lebih maksimal jika ditangani oleh suatu badan khusus yang menangani Danau Tondano.

“Tahun ini kita akan usulkan ke Pemprov Sulut agar supaya dibentuk unit pelaksana teknis daerah (UPTD) khusus menangani Danau Tondano, sehingga nantinya benar-benar fokus pada masalah eceng gondok,” ujar Kapojos.

Dengan begitu, usaha masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi serta menuntaskan masalah eceng gondok dari Danau Tondano bisa terwujud. “Karena salah satu faktor penting kehidupan warga Minahasa khususnya dan Sulut umumnya ada di Danau Tondano,” tandasnya, sembari menambahkan bahwa peran masyarakat sangat diperlukan untuk membantu pemerintah dalam penanganan eceng gondok dari Danau Tondano.

James Arthur Kojongian menambahkan, dalam penanganan masalah eceng gondok, Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa harus saling koordinasi, sehingga pelaksanaannya bisa tercapai.

“Jangan sampai Pemprov Sulut sudah berlari untuk menangani masalah eceng gondok, kemudian Pemkab Minahasa sendiri hanya menunggu dan melihat. Jadi sama-sama harus sinergi untuk menangani eceng gondok,” kata Kojongian yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Sulut, Adolf Harry Tamengkel mengungkapkan, hingga saat ini proses pengangkatan eceng gondok sudah mencapai 1/3 dari luas Danau Tondano. “Dari 300 lebih hektar, diperkirakan kita sudah bersihkan sekitar 100 hektar dari luas penyebaran eceng gondok,” ungkap Tamengkel.

Ia juga mengatakan, proses pengangkatan eceng gondok dari Danau Tondano tak lepas dari peran masyarakat sekitar. “Warga sekitar sangat mendukung bahkan sangat kooperatif. Misalnya alat akan masuk ke dalam danau, warga yang memiliki jaring selalu memberikan jalan, sehingga proses pengangkatan eceng gondok tidak ada kendala,” ujar Tamengkel.

Sebelumnya Bupati Minahasa, Royke Octavian Roring melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Vicky Kaloh mengatakan, walaupun di tengah pandemi Covid-19, namun bukan bearti pelestarian Danau Tondano terabaikan.

“Selain memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemkab juga tetap melakukan aktivitas pembersihan dan pengangkatan eceng gondok dari Danau Tondano,” kata Kaloh.

Menurutnya, pembersihan dan pengangkatan eceng gondok tidak bisa dihentikan walaupun di tengah pandemi Covid-19. “Program pelestarian Danau Tondano dengan pengangkatan eceng gondok harus tetap dilakukan, karena program itu sudah berjalan sebelum ada wabah corona,” ungkapnya.

Ditambahkan Kaloh, pengangkatan eceng gondok dari Danau Tondano, Pemkab Minahasa bersinergi dengan Pemprov Sulut. “Sejauh ini pemkab dan pemprov berjalan bersama-sama untuk mengatasi eceng gondok dari Danau Tondano. Termasuk melibatkan TNI-Polri dan masyarakat,” pungkasnya. (Anugrah Pandey)