Bahas ‘New Normal’, Laksono-Karundeng-Sinurat Ajak Milenial Persiapkan Diri

394

MANGUNINEWS.COM, Manado – Jaringan Literasi Sulawesi Utara kembali menggelar kegiatan diskusi rutin sebagai upaya merawat nalar melalui aplikasi berbasis online. Tema yang menjadi bahasan kali ini adalah mengenai “Strategi dan Semangat Milenial Menghadapi Pandemi & Menyambut New Normal Pasca Covid-19.”

Diskusi yang dimoderatori Risal Kahidopang (Jurnalis ManadoXpress) ini mendatangkan tiga orang pembicara yaitu, Alia Noorayu Laksono (Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga), Rikson Karundeng, M.Teol (Akademisi/Pengamat Sosial) dan Sahat Sinurat, S.T.,M.T. (Pendiri Rumah Milenial Indonesia/Sekretaris Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia).

Diskusi dimulai dengan sambutan dari moderator kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para pembicara.

Alia Laksono sebagai pembicara pertama menyebutkan bahwa dalam konsep “new normal” generasi muda harus siap menyikapi pergeseran berbagai macam aktivitas.

“Kita yang biasanya menjalani aktivitas secara konvensional mesti segera untuk shifting all ke dunia digital karena banyak sekali peluang yang dapat dimaksimalkan dalam berbagai platform seperti e-commerce dan lain-lain,” ujarnya.

Rikson Karundeng pada kesempatan bicara kedua menyebutkan bahwa generasi milenial sudah harus siap menghadapi hidup “new normal”. Selanjutnya, anak muda diajak harus mempersiapkan diri juga dengan dunia teknologi.

“Generasi milenial mau tidak mau harus siap. Saya yakin anak-anak muda akan cepat beradaptasi. Generasi milenial juga harus sadar pentingnya mengembangkan diri di dunia teknologi,” kata Karundeng.

Sahat Sinurat juga ikut menyebutkan apa saja yang harus dilakukan semua manusia kini, termasuk generasi milenial. “Masa pandemi ini menuntut semua masyarakat, termasuk generasi milenial harus berdaptasi dengan gaya hidup yang baru,” ucap mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ini.

Diskusi tersebut juga melibatkan sejumlah peserta diskusi untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan. Kegiatan diskusi dan tanya jawab pun berlangsung dan mendapatkan respon positif dari puluhan peserta yang terlibat.

Di bagian akhir, Abraham Lintong, M.Th., penggagas diskusi ini menyampaikan terima kasih kepada para pembicara yang sudah bisa memberikan ide dan berbagi pengetahuan. “Terima kasih kepada Alia, senior Sahat dan senior Rikson” kuncinya. (Anugrah Pandey)