Bahas Sejarah Minsel, PWI Minsel Hadirkan Ferry Liando

MANGUNINEWS.COM, Amurang – Pembahasan tentang sejarah Minahasa Selatan (Minsel) tak henti-hentinya didiskusikan sejak daerah itu menjadi daerah otonom pada tahun 2003.

Memasuki usianya yang ke-18 pada tahun 2021 nanti, tidak banyak masyarakat yang tahu apa saja dan bagaimana usaha para pejuang mulai dari titik awal hingga pada akhirnya ditetapkan sebagai daerah otonom baru.

Atas dasar itulah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Minsel akan memfasilitasi webkusi (diskusi online, red) yang akan dilaksanakan pada, Rabu (27/5) pukul 13.00 Wita. Diskusi ini akan dipandu oleh Ferry Daud Liando, Dosen Fisip Unsrat, yang diketahui publik banyak mengetahui sepak terjang dari perjuangan itu.

Menurut Ketua PWI Minsel, Douglas Panit, pembentukan daerah Minsel dinamikanya sangat jauh berbeda dengan pembentukan daerah otonom lainnya.

“Daerah lain terbentuk secara otomatis sepanjang persyaratan telah terpenuhi. Namun pembentukan daerah Minahasa Selatan dilalui dalam proses perjuangan panjang dan berliku-liku,” ungkap Panit.

Pada tahun 1999 terbit UU Pemerintahan Nomor 22 Tahun 1999, kemudian sebagai pelaksanaan dari UU itu terbit PP 129 Tahun 2000 yang isinya memungkinkan daerah dapat dimekarkan.

Panit mengatakan, sejak saat itulah para aktivis mulai melakukan berbagai rangkaian gerakan, mulai dari rapat, seminar hingga demonstrasi.

“Namun usaha para pejuang tidak berjalan dengan mulus. Mereka dihadang oleh 3 kekuatan besar yang pada waktu itu sedang berkuasa. Tidak mendapat restu pemerintah saat itu menyebabkan polarisasi masyarakat terhadap perjuangannya, Minsel menjadi terbelah antara yang mendukung dan tidak mendukung. Kondisi inilah yg menjadikan suasana perjuangannya mencekam,” terang Panit.

Ia menambahkan, PWI telah mengundang sejumlah narasumber dalam diskusi itu. “Berdasarkan informasi yang pernah kami baca, mereka tercatat pernah mengambil bagian dalam proses perjuangan,” ujar Panit.

Diketahui, diskusi ini akan menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya Berny Tamara, Corneles Mononimbar, Markus Wauran, Hendrik Waworuntu, Willy H Rawung, Boy Tumiwa, Teddy Matheos, Moudy Marty Lelengboto, Hengky Rumengan, Inyo Kolowai dan Andris Patirani.

Rencananya, diskusi akan berlanjut ke bagian kedua. Nama-nama yang belum terundang sebagai pembicara di bagian pertama, akan diundang pada bagian kedua. “Bagi masyarakat yang tertarik ikut berdiskusi dapat mengubungi panitia untuk memperoleh Id meeting,” kunci Panit. (Anugrah Pandey)