Berkisah Tentang Covid-19, Merentek: Lawan Stigma dan Hidupkan Nilai Mapalus

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), terus mengkhawatirkan masyarakat. Tapi, naluri  kemanusiaan tetap memantik masyarakat untuk melakukan tindakan kemanusiaan. Seperti halnya Theo Merentek, S.Pd, yang ikut bergabung dalam tim yang bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Tomohon.

“Hari ini, tepat 24 hari berlalu melaksanakan tugas kemanusiaan memakamkan jenazah pasien pertama di Sulawesi Utara yang dinyatakan positif Covid-19, setelah meninggal dunia pada tanggal 3 April 2020, yang juga merupakan tetangga saya,” ungkap Theo di akun Facebooknya, Senin (27/4).

Theo mengaku, ketika diminta untuk bergabung menjadi salah satu dari 6 orang yang bertugas, awalnya takut dan waswas.

“Sempat ada rasa takut ketika dipanggil untuk bergabung, akan tetapi rasa kemanusiaan mengalahkan rasa takut dan waswas,” akunya.

Dijelaskan, sebelum melaksanakan tugas, dia dan 5 orang relawan lainnya dibekali cara memakai dan membuka Alat Pelindung Diri (APD), serta tindakan lain yang akan dilakukan saat memakamkan jenazah sesuai dengan protokol pemakaman jenazah Covid-19.

Theo mengaku bersyukur, tugas kemanusiaan itu telah dia selesaikan, dukungan istri, serta tetangganya pun terus mengalir, sambil tetap menjalankan anjuran pemerintah.

“Dengan dukungan orang-orang terdekat, seperti istri dan tetangga, saya bersyukur bisa menyelesaikan masa isolasi mandiri selama 14 hari, dan mengikuti dua kali rapid test, sesuai anjuran pemerintah, dengan hasil yang baik-baik saja,” akunya.

Ia berharap, masyarakat jangan membangun stigma negatif kepada sesama yang terdampak, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19, dan jangan menyebarkan berita hoax.

“Terus beri mereka semangat menjalani hidup, beri mereka dorongan untuk memeriksakan diri, beri mereka dukungan materi jika melakukan isolasi mandiri. jangan menyebar hoax yang membuat keresahan di masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kita hidup di lingkungan yang menjunjung nilai-nilai mapalus, jangan biarkan Covid-19 memporak-porandakan nilai-nilai tersebut. Jarak boleh berjauhan tapi bangun, tugas kemanusiaan memanggil kita.

“Tetap berdoa, tetap di rumah, wajib pakai masker, rajin cuci tangan. Pasti semua akan baik-baik saja,” tutupnya. (Risal Kahidopang)