BMKG-UGM Ungkap Pengaruh Iklim Terhadap Perkembangan Covid-19

MANGUNINEWS.COM, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama Tim Peneliti dari Universitas Gajah Mada (UGM) merilis hasil kajian penelitan mereka, Sabtu (4/4). Terungkap, faktor cuaca dan iklim ikut mempengaruhi penyebaran Covid-19.

Kepala BMKG, Prof. Dr. Dwikorita Karnawati memberikan keterangannya melalui wawancara via telepon kepada Metrotv (PrimeTime), Senin (6/4) pagi.
Ia mengatakan kajian itu berdasarkan analisis statistik, pemodelan matematis dan studi literatur.

Menurutnya, kajian tersebut mengindikasikan bahwa cuaca dan iklim merupakan faktor pendukung untuk kasus wabah ini berkembang di negara pada garis lintang tinggi.

“Pengaruh cuaca dan iklim mendukung penyebaran virus, tapi bukan faktor penentu jumlah kasus terjangkit Covid-19,” tegasnya.

Dijelaskan, di negara dengan cuaca dan iklim dingin seperti Hongkong, virus corona begitu ideal menyebar. Berbeda dengan Indonesia sebagai negara tropis yang berada di garis katulistiwa.

Beberapa kali ia menekankan, selain pengaruh cuaca atau iklim, faktor lain yang mendukung penyebaran wabah virus corona, adalah demografi, tingginya mobilitas masyarakat, dan interaksi sosial.

“Jadi, pengaruh cuaca dan iklim hanya salah satu faktor saja,” jelasnya.

Sebagai Kepala BMKG, ia merekomendasikan agar physical distancing diketatkan serta penggunaan rapid test diberlakukan segera dan secara menyeluruh. Karena menurutnya, hal itu dapat meminimalisir penyebaran.

Saat bersamaan, Dr. Dicky Budiman memiliki pendapat berbeda. Peneliti pandemi dan epidemiolog dari Griffith University, Australia, memberikan penjelasan bahwa Covid-19 ini sebagai penyakit baru dan banyak yang belum diketahui.

“Penelitian ini belum secara signifikan. Jika dibandingkan dengan negara Brasil yang juga negara tropis dan berada di garis katulistiwa, memiliki angka kasus yang cukup tinggi,” tegasnya.

Namun demikian, Budiman mengungkapkan jika penelitian itu benar, anggaplah hal itu sebagai bonus bagi negara kita. “Namun saya lebih menyarankan jika yang terutama menjaga physical distancing,” ungkapnya.

“Saran saya, kehati-hatian itu perlu. Bertahan pada strategi pandemik yang telah terbukti mumpuni berhasil,” tutupnya. (Tim Man)