BPD Kumpulkan Bukti-bukti Pelanggaran Oknum Hukum Tua Tondei Satu

MANGUNINEWS.COM, Motoling Barat – Desakan warga membuat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat, terpantik untuk mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran oknum Hukum Tua yang diduga korupsi.

Teranyar, BPD optimis mengantongi bukti yang valid, untuk melaporkan oknum Pemerintah Desa terkait dugaan korupsi.

Hanly Mogogibung, ketua BPD menjelaskan jika masyarakat telah menyuarakan keluh terkait penimbunan drainase di desa mereka. Jika musim hujan tiba, air menerobos mengikuti jalan.

“Ini memang so jadi keluhan masyarakat mengenai penutupan drainase. Kalau musim hujan akan menggangu karena air mengikuti jalan,” jelas Mogogibung, Minggu (5/6).

Ia mengungkapkan, drainase itu ditimbun untuk kepentingan pribadi. “Setau saya, drainase ini sudah ada, dan itu ditimbun untuk dimanfaatkan perluasan lahan dari Hukum Tua sendiri,” kata Mogogibung saat diwawancarai.

Warga Jaga V, Derek Yakob mengaminkan keterangan Mogogibung. Menurutnya, drainase itu memang diambil oleh oknum Hukum Tua untuk perluasan lahan.

“Jelas tau dong. Di situ dia ambe tu milik negara. Kurang lebih dia ada 60 meter bujur sangkar kwa itu. Panjang kurang lebih 40 meter yang dia timbun jadi milik pribadi,” beber Yakob.

Lanjutnya, “Sebenarnya tu kintal itu ada antara noh. Ada drainase. Lantaran dia mo perlebar depe kintal sampe dia tambung tu drainase itu,” tutub Yakob.

Sebelumnya, saat Musyawarah Khusus (Musus) Desa yang digelar Rabu (10/6), Hukum Tua menjelaskan jika saluran air tidak ditutup. Itu dipasang para-para.

“Itu da pasang para-para, bukang da timbun,” jelas Hukum Tua saat Musus.

Tanggapan Hukum Tua itu direspon Yakob. “Para-para bulu? Manjo torang pigi bongkar,”ucapnya saat diwawancarai, Minggu (5/7).

Diketahui, drainase tersebut telah ada sejak puluhan tahun yang lalu. (Ferlandi Wongkar)