BPD Tondei Satu Penuhi Panggilan Inspektorat Minsel

MANGUNINEWS.COM, Amurang – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat, didampingi Solidaritas Masyarakat Tondei Satu Demi Keadilan (SMTSDK), menyambangi Inspektorat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Senin (19/10). Kehadiran mereka untuk memenuhi panggilan terkait pemeriksaan pihak Inspektorat beberapa hari lalu yang sudah turun langsung lapangan melihat bukti-bukti sesuai dengan pelaporan BPD Tondei Satu beberapa bulan sebelumnya.

Anggota BPD Tondei Satu, Ferra Bella menyampaikan, pertemuan ini adalah proses klarifikasi dengan keterangan yang diberikan oleh Pemdes beberapa hari yang lalu.

“BPD Tondei Satu memenuhi panggilan Inspektorat Minahasa Selatan terkait dengan dokumen-dokumen yang sudah diberikan pemerintah desa (Pemdes) kepada pihak Inspektorat. Hari ini BPD Tondei Satu telah memberikan keterangan atau pun mencocokan keterangan yang telah diberikan oleh pemerintah desa pada minggu yang lalu. Hari ini BPD telah memberikan keterangan yang ternyata sangat berbeda dengan keterangan yang diberikan oleh pemerintah desa dengan apa yang diberikan oleh BPD,” ucap Bella.

Ricky Manese, Sekretaris BPD juga turut menambahkan bahwa keterangan yang diberikan pihak Pemdes justru tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Ia pun berharap, Bupati Minsel juga melihat permasalahan di desa Tondei Satu.

“Kami dipanggil Inspektorat Minsel, mengklarifikasi dengan keterangan-keterangan yang sudah disampaikan oleh pemerintah desa Tondei Satu. Dimana keterangan yang diberikan, kami BPD merasa tidak sesuai dengan realita apa yang terjadi di lapangan. Sesuai dengan temuan BPD, kami merasa ada beberapa hal yang sudah disampaikan Pemdes, tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan mengenai program-program yang didanai oleh dana desa,” tutunya.

“Kami memohon kepada pihak Inspektorat agar ke depannya, jika datang di desa Tondei agar melibatkan BPD bersama masyarakat Tondei Satu. Kami juga bersama masyarakat memohon kepada Bupati Minahasa Selatan, sebisa mungkin memprioritaskan situasi dan kondisi yang terjadi di desa mengenai permasalahan,” tambah Manese.

Swadi Sual, perwakilan SMTSDK yang turut hadir dalam panggilan ini menuturkan, panggilan ini adalah benar pertemuan bersama Inspektorat Minsel dan Inspektorat Provinsi Sulawesi Utara. Dia juga berharap Inspektorat Provinsi akan memberikan pemeriksaan lebih lanjut dengan munculnya beberapa berita di medsos terkait Inspektorat Provinsi yang akan memeriksa masalah-masalah di desa.

“Kami dari Solidaritas Masyarakat Tondei Satu Demi Keadilan sampai hari ini masih mendampingi BPD Tondei Satu dalam hal pelaporan masalah di Tondei Satu. Hari ini BPD dipanggil Inspektorat Minsel untuk memberikan keterangan terkait pelaporan. Kita tahu bahwa Inspektorat telah turun di desa dan sudah meninjau lapangan. Tapi memang masyarakat bertanya-tanya kenapa tidak melibatkan BPD dan masyarakat. Tadi sudah ada pembicaraan walaupun tertutup, baik BPD dan Inspektorat, tapi sudah ada hasil karena terjadi perdebatan,” katanya.

“Menurut BPD bahwa ada keterangan yang berbeda yang disampaikan Pemdes Tondei Satu. Masyarakat Tondei Satu juga bertanya-tanya soal munculnya pemberitaan tentang Inspektorat Provinsi, sebenarnya yang di pemberitaan itu di medsos sudah tersebar akan memeriksa dandes. Jadi ada juga pertanyaan dari masyarakat tentang tindak lanjut dari Inspektorat Provinsi. Sampe hari ini masyarakat berharap akan ada pemeriksaan lebih lanjut dari Inspektorat Provinsi,” tutur Sual. (tim mn)