BPD Tondei Satu Pertanyakan Tindak Lanjut Penyelidikan Polres Minsel

522

MANGUNINEWS.COM, Amurang – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat, kembali menyambangi Kepolisian Resort (Polres) Minahasa Selatan (Minsel) untuk mempertanyakan tindak lanjut penyelidikan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dikepalai oleh Ipda Maxie Sarijoan, Kamis (10/9).

Langkah ini menyusul kehadiran BPD Tondei Satu di Polres Minsel, Selasa (25/8), untuk penyidikan awal laporan dugaan korupsi (LDK) oknum pemerintah desa (Pemdes) mereka.

Hanly Mogogibung, Ketua BPD Tondei Satu, lagi-lagi dikawal utusan Solidaritas Masyarakat Tondei Satu Demi Keadilan (SMTSDK).

Saat diwawancarai, Ricky Manese, S.H., angkat suara. Menurutnya, masyarakatlah yang mendesak BPD untuk mempertanyakan tindak lanjut penyelidikan dari Polres Minsel.

“Kedatangan kami sehubungan dengan pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat Tondei Satu terkait dengan pelaporan yang sudah dilaporkan oleh BPD,” kata Manese.

Lanjutnya, “BPD bersama masyarakat datang ke Polres Minsel untuk mempertanyakan tentang perkembangan penyelidikan.”

Manese mengungkapkan, sesuai keterangan Kanit Tipikor Polres Minsel, penyelidikan masih berproses. Ia mengharapkan masyarakat Tondei Satu menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum.

“Untuk penanganan penyelidikan sementara dalam proses. Jadi diharapkan kepada masyarakat Tondei Satu agar serahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” tuturnya.

Pertemuan berlangsung sekira pukul 15.45 – 16.20 Wita. Hanly Mogogibung, Ricky Manese, S.H., Elly Wongkar, Misela Kontu, Felicia Tamba, Yanli Sengkey, S.Pd., dan Swadi Sual mewakili kelompok ini. (Ferlandi Wongkar)