Bupati Sehan Landjar Tinjau Persiapan Penyaluran JPS Tahap Kedua

23

MANGUNINEWS.COM, Tutuyan – Setelah berhasil melakukan penyaluran hak rakyat, jaringan pengaman sosial (JPS) tahap pertama berupa beras premium, gula pasir, minyak goreng dan ikan kaleng, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) di bawah pimpinan Bupati Sehan Landjar, kembali mematangkan proses penyaluran bantuan tahap selanjutnya.

Kini telah dipersiapkan bahan berupa beras premium, minyak goreng, gula pasir dan ikan kaleng, untuk disalurkan pada tahap kedua. Itu sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Bupati Sehan Landjar pada saat sosialisasi soal penanganan dampak dari penyebaran Covid-19. Bupati mengungkapkan, Pemda akan menyalurkan hak rakyat itu dalam tiga tahap. Saat ini proses penyaluran sudah masuk dalam tahapan kedua.

Terkait rencana penyaluran JPS tahap ke dua tersebut, Rabu (10/6), Bupati Sehan Landjar didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kisman Mamonto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hamdi Egam, Kepala Dinas Sosial Slamet Umbola, meninjau langsung pasokan bahan berupa beras premium, gula pasir, minyak goreng dan ikan kaleng yang saat ini sementara didistribusikan oleh pihak penyedia ke gudang penampungan, tepatnya di gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Tutuyan.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kisman Mamonto, sampai Rabu ini beras premium yang sudah masuk di gudang penampungan sebanyak 40 ton, gula pasir 7,5 ton, minyak goreng 7,5 ton, sementara untuk ikan kaleng dalam proses distibusi ke gudang penampungan oleh pihak penyedia.

Jika bahan yang ada sudah rampung didistribusikan oleh pihak penyedia jasa ke gudang penampungan, kata Kisman proses penyaluran ke masyarakat tinggal menunggu perintah dari bupati.

“Terkait kapan penyalurannya ke masyarakat penerima, menunggu instruksi bupati,” ujarnya.

Sementara untuk saat ini, Mamonto menjelaskan, pihaknya terus melakukan validasi data calon penerima bantuan hak rakyat bersama Pemerintah Desa, karena menurut bupati proses penyaluran tahap kedua ini akan berbeda dengan penyaluran tahap pertama soal calon penerima.

“Saat ini kami sedang melakukan verifikasi data penerima bersama Pemerintah Desa, karena penyalurannya agak berbeda dengan penyaluran tahap pertama yaitu menyangkut masyarakat penerima,” terang Mamonto.

Dijelaskannya, data penerima penyaluran tahap pertama berjumlah 21.613 Kepala Keluarga (KK), jumlah jiwa sebanyak 70.553, beras 32.341 kg, gula pasir 32.481 kg, minyak goreng 32.419 liter, dan ikan kaleng sebanyak 120.613 kg.

Data tersebut menurutnya sesuai dengan Keputusan Bupati Tentang Penetapan Jumlah Alokasi dan Penerima Bantuan Bahan Pangan Masyarakat Terhadap Dampak Wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Sementara itu, Bupati Sehan Landjar menjelaskan, untuk penyaluran tahap kedua ini agak berbeda dengan penyaluran tahap pertama. Untuk penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), tidak akan menerima lagi.

“Tahap dua ini, para pensiunan, ASN, TNI, Polri dan anggota BPD akan menerima bantuan hak rakyat. Masing-masing, beras 10 kg, gula pasir 1 kg, 1 liter minyak goreng dan ikan kaleng sebanyak 5 kaleng,” jelas Bupati yang akrab disapa Ami Eang.

Sementara, untuk penyalurannya nanti akan diawasi dan dikawal oleh pihak Polri, TNI, wartawan dan elemen masyarakat lainnya. (Advertorial/Pusran Beeg)