Covid-19 Melambat di Eropa, WHO: Tetap Waspada

Hans Henri P. Kluge

MANGUNINEWS.COM, Kopenhagen – Benua Eropa disebut sebagai wilayah terparah penyebaran virus corona (Covid-19) oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Tercatat dalam laporan WHO terkini, Sabtu (16/5), kasus positif Covid-19 di Eropa telah mencapai angka 1.826.295 yang terkonfirmasi. Diikuti angka kematian yang telah mencapai angka 163.277.

Kendati demikian, WHO dalam jumpa pers, melalui Dr. Hans Henri P. Kluge mengatakan secara keseluruhan di wilayah Eropa pandemi mengalami tren melambat. Meskipun ada tanda-tanda positif tersebut, tetap menjadi masa kesedihan bagi banyak orang.

“Sampai hari ini, ada 1,78 juta kasus yang dikonfirmasi, dan 160.000 kematian di kawasan Eropa, menyumbang 43% dari kasus dan 56% dari kematian secara global,” ujar Direktur Regional WHO untuk Eropa tersebut, Kamis (14/5).

Lebih lanjut Kluge menjelaskan bahwa negara Federasi Rusia, Inggris Raya, dan Spanyol tetap di antara 10 negara teratas di dunia, yang melaporkan kasus terbanyak dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, resiko di semua negara di wilayah Eropa tetap sangat tinggi, khususnya yang berada di wilayah sebelah Timur Eropa, terus meningkatnya jumlah kasus.

“Sudah 16 minggu sejak kami diberitahu tentang kasus pertama virus corona baru di wilayah Eropa. Untuk memeriksa penyebaran eksponensial dan membeli waktu berharga sistem kesehatan kita, negara-negara memperkenalkan pembatasan interaksi sosial dan pergerakan individu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kehidupan seperti yang kita tahu, ditunda. Untuk orang tua, untuk orang muda, untuk mereka yang kehilangan penghasilan dan pekerjaan, untuk mereka yang gelisah, untuk orang-orang dalam perawatan, dan untuk kita semua, bebannya sangat berat, dan masa depan tidak pasti,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Kluge memberikan sanjungan kepada masyarakat dunia. WHO menilai ada pertunjukan solidaritas yang luar biasa dalam perilaku orang dan komunitas.

Saat ini, ada 39 negara yang meredakan pembatasan di wilayah Eropa. Bagi Kluge perilaku warga tetap sama pentingnya, baik sekarang pun seperti sebelumnya.

“Singkatnya, perilaku kita, pilihan kita, menentukan ke mana jalan ini menuntun kita, dan ke mana jalan itu berakhir,” tegasnya.

Kluge pun berpesan dalam jumpa pers tersebut. Pertama, tidak ada ruang untuk berpuas diri dan tetap waspada. Kedua, otoritas perlu mendengarkan publik mereka dan beradaptasi dengan hal itu, secara waktu yang sebenarnya. Ketiga, bertanggung jawab, masing-masing membentuk kisah pandemi ini.

Kluge merasa bahwa situasi ini butuh kerjasama warga sedunia yang menentukan kehidupan manusia hari ini. “Sekarang kita berada di persimpangan jalan. Ini adalah titik di mana tindakan dan perilaku individu kita menentukan jalan mana yang kita ikuti, jalan yang membuat kita menuju ke arah normal baru, atau jalur yang mengirim kita kembali ke pembatasan pergerakan dan interaksi sosial kita,” harapnya.

“Sederhananya, perilaku kita hari ini, akan menentukan arah pandemi. Saat pemerintah mencabut batasan, anda, rakyat menjadi aktor utama. Ini adalah tanggung jawab individu dan juga kolektif. Ikuti rekomendasi dari otoritas nasional anda, batasi interaksi sosial, tetap cuci tangan, pertahankan jarak fisik dan kurangi risiko hingga yang paling rentan di masyarakat kita, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan mendasar kronis,” tutupnya. (Yonatan Kembuan)