Dampak Pembatasan, Pom Bensin Sepi

MANGUNINEWS.COM, Manado – Hotel, restoran, mal dan tempat keramaian lain kini sunyi. Tak hanya itu, protokol jarak sosial dan jarak fisik sebagai alat perlawanan terhadap Covid-19, juga berdampak pada pelayanan publik lainnya. Salah satunya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau pompa bensin (pom bensin).

Dari pantauan media ini, Senin (13/4) malam, sejumlah pom bensin di Kota Manado kini sepi. Bahkan ada beberapa yang tutup cepat, pukul 20.00 Wita.

Salah satu petugas pom bensin di Teling bernama Marcel, mengatakan jika kebijakan pembatasan dari pemerintah memang sangat berdampak.

“Iyo sepi, so bagini dari mulai ada pemberlakuan social distancing. So nda rupa biasa,” ungkap lelaki yang nama lengkapnya tidak ingin disebutkan.

Marcel menambahkan, pada hari-hari sebelumnya antrian pelanggan, khususnya premium, begitu panjang dan mereka harus bekerja ekstra keras. Kali ini hanya melayani kendaraan yang masuk satu per satu tanpa antrian.
Dampak Covid-19, tidak hanya menyerang kesehatan manusia. Tapi ia juga memukul telak sektor ekonomi suatu negara.

Diketahui, seperti dilansir dari detik.com, Minggu (12/4), tren harga minyak mentah terus mengalami penurunan, imbas perang dagang Rusia dan Arab Saudi. Serta diikuti dengan penurunan permintaan dunia akibat pandemi Covid-19.

Amerika Serikat misalanya, SPBU di New York bagian barat dengan terang-terangan melakukan perang harga bahan bakar. Allegany Gas & Smokes di Salamanca, New York, misalnya, diketahui menawarkan bensin oktan 87 dengan banderol US$ 0,62 (Rp 9.797) per gallon (3,8 liter) atau jika dihitung per literan, bensin itu hanya dihargai sekitar Rp 2.578 per 1,26 liter. Harga itu di bawah standar yang ditetapkan Stasiun Bahan Bakar Ohio sebesar US$ 0,69 per gallon. (Tim Man)