Di Syukur HUT GMIM Bukit Moria, Dondokambey Dampingi Suami Dalam Peneguhan Pelsus

64

MANGUNINEWS, Airmadidi – Mensyukuri berkat Tuhan Yesus yang adalah Kepala Gereja, Jemaat GMIM “Bukit Moria” Kolongan Wilayah Kalawat Dua Minahasa Utara (Minut), menggelar Ibadah Syukur Ulang Tahun ke-6, Minggu (26/01). Ibadah ini dirangkaikan dengan peneguhan Pelayan Khusus (Penatua Kolom 6), Hendrik Lotulung. Anggota DPR RI Adriana Dondokambey, tampak ikut mendampingi sang suami dalam peneguhan itu.

Ibadah Syukur tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Periode Pelayanan 2018-2022, Pdt DR Hein Arina.

Dalam ibadah ini, Pemimpin Ibadah mengambil Pembacaan Alkitab, Kitab Ibrani 10 : 16 – 30. Ia pun mengajak umat memegang teguh iman lewat pengorbanan untuk semua orang.

“Jemaat GMIM Bukit Moria bersukacita karena ditambahkan lagi usia sehingga boleh memasuki enam tahun pelayanan. Dan pada hari ini pun dilaksanakan pelantikan Penatua Bapak Hendrik Lotulung. Hal ini perlu disyukuri jemaat. Selama tiga puluh tahun menjadi pendeta GMIM, saya banyak sekali melakukan pentahbisan pelayan khusus di jemaat-jemat GMIM. Di sini saya mau merefleksi tentang Pelayan Khusus (Pelsus), karena saya melihat banyak gereja di dunia pelayanan Penatua dan Syamas ini merupakan salah satu berkat dan itu pertanda gereja diberkati,” ucap Ketua Sinode GMIM ini.

“Karena kekuatan GMIM itu ada di Penatua dan Syamas. Mereka harus berkorban karena kerja dari Penatua tidak pernah digaji, pengorbanan itu paling penting. Jadi yang saya katakan di sini, kekuatan Penatua dan Syamas di GMIM ada pengorbanan dan merupakan ujung tombak di jemaat. Mereka inilah yang mengurus pelayanan di jemaat. Mereka inilah yang paling tau kondisi di jemaat. Sistem bergereja kita pun melibatkan kaum awam dan nilai pelsus ada ketika kita mau berkorban dan nilai-nilai pelayanan itu pun menjadi berkat,” ujarnya.

Dia pun menegaskan tentang pentingnya pengorbanan dalam kerja pelayanan gereja hari ini.

“Tantangan untuk sekarang juga bermacam tetapi dalam pembacaan ini kita diajarkan untuk terima dengan sukacita karena itulah keselamatan. Bapak-bapak gereja dapat bertahan karena berpengharapan.
Saya mengajak anak-anak milenial, mari kita tampil dengan pengharapan karena para Rasul yang menulis kitab ini bertahan dalam pengharapan dan saling menasehati sesama manusia. Jangan meninggalkan gereja walau dalam cobaan apa pun, karena oleh darah Yesus kita punya keberanian menuju jalan benar. Dia adalah iman besar. Dalam ayat 22-29 pembacaan kita, ada ajakan menghadap Allah dengan hati yang ikhlas. Dan jangan menjauhkan diri dalam pertemuan-pertemuan ibadah hingga waktu Dia datang. Jadi oleh darah-Nya kita penuh keberanian masuk rumah Tuhan,” lanjut Arina.

“Jadi jemaat yang ada di sini, di peringatan HUT gereja yang ke-6 mari kita memberikan pengorbanan untuk pelayanan karena dengan berkorban itu bukti iman dari jemaat. Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-6 dan untuk Pelayanan Khusus yang baru, selamat melayani,” tutup Arina.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dalam sambutan yang disapaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, mengungkapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat, kasih dan anugerah-Nya, sehingga umat Tuhan dapat dipertemukan dalam Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-6 Jemaat GMIM Bukit Moria Kolongan.

“Mengiringi kesukacitaan ini, saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta selaku pribadi dan keluarga, mengucap selamat merayakan HUT ke-6 kepada Jemaat GMIM Bukit Moria Kolongan. Kiranya momentum ini akan membawa segenap komponen jemaat pada kehidupan persekutuan yang semakin dewasa dalam iman,” ucapnya.

“Saya juga mengajak saudara-saudara sekalian untuk senantiasa tampil sebagai pelopor pemersatu bangsa, dengan terus menjaga kerukunan dan kedamaian sebagaimana yang telah tercipta selama ini, sehingga menjamin kelangsungan ke depan, menuju terwujudnya Sulut yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam budaya,” tuntasnya. (Eka Egeten)