Dibujuk Dengan ‘Falinggir’, Bocah 6 Tahun Disodomi

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Di tengah menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) yang semakin meluas, kasus pencabulan di wilayah hukum Polres Tomohon tampak semakin bertambah. Namun, kasus pencabulan yang satu ini berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya.

Rabu (27/6), lelaki S (16), remaja asal Kecamatan Tomohon Timur, mencabuli bocah sesama jenisnya yang masih berumur 6 tahun, warga salah satu kelurahan di Kecamatan Tomohon Selatan.

Kasus sodomi tersebut pun dilaporkan oleh orang tua korban ke Polres Tomohon. Mendapatkan laporan tersebut, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik, dipimpin Bripka Yanny Watung, langsung merespon dan meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).

Pelaku pun berhasil diamankan saat berada di salah satu tanah kosong, sedang melihat anak-anak bermain layang-layang. “Ya, kami langsung mengamankan dan menggiring tersangka, lelaki inisial S ke Mapolres Tomohon,” kata Watung.

Keterangan yang didapatkan dari saksi-saksi maupun keluarga korban, kejadian kasus sodomi tersebut terjadi pada Rabu (27/5), sekira pukul 15.00 Wita. “Saat itu korban sedang melihat teman-temannya bermain layang-layang, tidak jauh dari rumahnya,” ungkap Watung.

“Tiba-tiba, tersangka sambil membawa falinggir (layangan) datang menghampiri korban dan membujuk korban untuk diberikan layangan, asal korban mau ikut dengannya. Kemudian tersangka membawa korban menuju ke pohon bambu yang berada di samping rumah korban. Sesampainya di sana, tersangka langsung duduk dan membuka celananya, kemudian membuka celana korban. Saat itu, pelaku memaksa korban untuk duduk di pangkuan pelaku,” terang Watung.

Dijelaskan, ketika korban duduk di pangkuan tersangka, anus korban terasa sakit karena dimasuki penis tersangka. “Tidak lama kemudian tersangka menyuruh korban untuk memakai celananya,” ujarnya.

“Korban selanjutnya pulang ke rumah dan melaporkan perbuatan tersangka kepada orang tuanya. Orang tua korban pun kemudian menuju ke TKP dan mencari tersangka, namun tersangka sudah melarikan diri,” terang Watung.

Pada Jumat (29/5), sekira pukul 14.00 Wita, tersangka dilihat oleh korban saat lewat di depan rumahnya. “Korban kemudian langsung melaporkan kepada neneknya bahwa pelaku baru saja lewat di depan rumah. Nenek beserta keluarga korban selanjutnya menghubungi Tim URC Totosik,” tukasnya.

Sementara, Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot S.I.K., M.H., ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kasus sodomi tersebut. “Ya, pelaku sudah diamankan dan dimintai keterangan. Kita lihat perkembangannya nanti,” singkat Bambang. (Denny Pongayow)