Diduga Korupsi, BPD Laporkan Oknum Pemdes Tondei Satu ke Polda Sulut

MANGUNINEWS.COM, Manado – Desakan warga yang tergabung dalam kelompok ‘Solidaritas Masyarakat Tondei Satu Demi Keadilan’ (SMTSDK) menyuntik energi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat (Molbar). Selasa (7/7), kelompok BPD dan utusan SMTSDK menyambangi Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) untuk membawa laporan dugaan korupsi oknum Pemerintah Desa (Pemdes).

Diketahui, tuntutan SMTSDK dalam aksi sebelumnya soal pemberhentian Penjabat Hukum Tua, dan desakan untuk melaporkan temuan BPD mengenai maladministrasi serta dugaan korupsi oknum BPD dan Pemerintah Desa ke Polda Sulut.

Hanly Mogogibung, ketua BPD menegaskan jika masyarakatlah yang menuntut agar melaporkan temuan-temuan penyalahgunaan dana desa oleh oknum pemerintah desa.

“Menindaklanjuti tuntutan masyarakat Tondei Satu kepada BPD, untuk dapat melaporkan temuan-temuan penyalahgunaan dana desa, BPD sejak hari Minggu berada di Manado untuk melaksanakan tugas yang telah deserahkan kepada BPD,” ujarnya saat diwawancarai.

Mogogibung memastikan, untuk temuan-temuan itu telah dilaporkan ke Polda Sulut disertai bukti-bukti. Ia mengatakan jika saat ini mereka tinggal menunggu proses selanjutnya.

“Sejak hari kemarin sampai hari ini, akhirnya laporan sudah dimasukkan ke Polda Sulut. Laporan-laporan tentang temuan-temuan BPD serta bukti-bukti yang ada. Nanti akan menunggu proses selanjutnya,” kata Mogogibung.

Salah satu masyarakat yang mengawal BPD, Derek Yakob menyuarakan maksud dan tujuannya ikut serta. Menurutnya, ia ikut mengawal untuk memastikan jangan sampai ada kongkalikong yang terjadi.

“Torang iko karna suka mo perjuangkan masyarakat banya. Torang kan so lia-lia tu kesalahan. Torang harus kawal BPD, jangan sampe BPD kong nda butul melaporkan temuan-temuan itu,” tutur Yakob, warga Jaga Lima Desa Tondei Satu. (Ferlandi Wongkar)