Diperlakukan Tidak Adil, Ratusan Karyawan PLTU Kema Gelar Aksi

37

MANGUNINEWS.COM, Minahasa Utara – Ratusan “putra daerah” yang bekerja di beberapa perusahaan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kema, mendatangi perusahaan untuk meminta agar bertindak adil kepada seluruh karyawan.

Aksi digelar di depan kantor PT Sinohydro, Kema, Minahasa Utara (Minut). Massa yang datang dengan seragam kerja menggelar aksi sejak pukul 09.30 Wita, Sabtu (4/4).

Di tempat itu, para karyawan menuntut agar pihak perusahaan menerapkan upah sesuai aturan pemerintah. Jika nanti diterapkan karantina, perusahaan harus menyediakan fasilitas yang nyaman untuk para pekerja, terlebih fasilitas kesehatan dan ini harus disamaratakan, jangan ada diskriminasi.

“Kami meminta agar pihak perusahaan, jangan mempermainkan gaji kami dengan tidak menerapkan aturan pemerintah tentang upah minimum pekerja. Bayar lembur kami dan jangan hanya menganggapnya sebagai training. Jangan ada pemberhentian pekerja tanpa alasan. Kami meminta agar pihak perusahaan memberikan alasan jika ingin memecat kami. Jangan karyawan lain bekerja dan yang lain dirumahkan,” ujar Ester, salah satu karyawan di PT Sinohydro.

Ia mengaku jika di dalam perusahaan tersebut, mereka diperlakukan tidak adil. “Kami bekerja seperti budak di dalam dan China-China (warga Republik Rakyat Tiongkok, red) bikin kita seperti binatang,” ketusnya.

“Tuan rumah menerima tamu dengan baik tetapi tamu mengusir tuan rumah,” keluh Ester.

Pantauan di lapangan, aksi para karyawan berjalan dengan aman. Tampak sejumlah personel TNI dan Kepolisian ikut mengawal aksi hari ini.

Sementara, merespon tuntutan para karyawan, pimpinan perusahaan Minahasa Cahaya Lestari (MCL) meminta waktu selama satu minggu untuk saling bertukar pikiran denga perusahaan lainnya.
Diketahui, sebelumnya aksi yang sama pernah dilakukan beberapa waktu lalu. (Tim Man)