Dugaan Korupsi Dandes Tondei Satu, Unit Tipikor Polres Minsel Turun Lapangan

MANGUNINEWS.COM, Motoling Barat – Pelaporan kasus dugaan korupsi dana desa (dandes) yang terjadi di Desa Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat, terus berlanjut. Rabu (21/10), Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Selatan (Minsel) menyambangi desa yang diapit oleh gunung Lolombulan dan Sinonsayang ini.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Minsel, Ipda Maxie Sarijoan dan tim, didampingi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tondei Satu serta beberapa masyarakat. Pihak Pemdes juga turut hadir dalam pemeriksaan yang dimulai sekira pukul 2 sore itu.

Saat diwawancarai di kediamannya, Kamis (22/10), Ketua BPD di desa itu membenarkan jika kedatangan Ipda Maxi Sariowan dan tim sehubungan dengan laporan yang mereka layangkan.

“Terkait kedatangan dari pihak Polres Minsel, dalam hal ini dari Tipikor, pada hari kemarin, tujuan dari kedatangan kepolisian ini untuk mengecek laporan BPD di Polres Minsel sebagai bentuk tindak lanjut,” katanya.

Menurutnya, mereka berterima kasih kepada pihak Polres Minsel yang sudah menindaklanjuti dengan turun langsung ke Tondei Satu untuk mengecek proyek-proyek yang telah dilaporkan, meski sudah berbulan-bulan.

“Setelah beberapa bulan menunggu, masyarakat akhirnya berterima kasih tentu kepada pihak Polres yang sudah boleh menindaklanjuti. Walaupun pada kegiatan ini, dari Polres baru mengecek tentang kebenaran proyek-proyek yang telah dilaporkan oleh BPD,” ujarnya.

Mogogibung berharap tindak lanjut ini akan terus dikembangkan dan akan dipercepat prosesnya.

“Mudah-mudahan dari apa yang telah dilaksanakan di lapangan akan dikembangkan lagi untuk tingkat lebih lanjut. Mudah-mudahan akan dipercepat,” harap dia.

Lody Sengkey, warga Jaga 5 Desa Tondei Satu yang turut mengetahui pelaporan BPD, ikut angkat suara. Ia membenarkan, sejak laporan dilayangkan, baru kali ini pihak yang berwenang mengecek langsung.

“Sampai saat ini baru kali ini kami masyarakat melihat ada pihak yang berwajib turun mengecek di lapangan sehingga kami sudah bertanya sejauh mana laporan yang sudah dilaporkan oleh BPD,” tuturnya.

Ia pun mempertanyakan tindak lanjut pihak kepolisian. Sesuai keterangan yang diberikan, proses masih berlanjut. Sengkey juga mengamini apa yang diutarakan Mogogibung. Menurutnya, pihak berwajib harus mempercepat tindak lanjut terhadap masalah ini.

“Jawaban Bapak yang datang sementara diproses. Harapan besar kami warga kiranya laporan-laporan yang sudah dilaporkan oleh pihak BPD, setidaknya segera diproses secepatnya,” ungkap Sengkey.

Lanjutnya, “Mengingat warga sudah mengetahui semua laporan-laporan yang sudah dilaporkan oleh BPD, maka dengan itu kami memohon kepada pihak yang berwajib sekiranya dapat mempercepat tindakan proses yang sementara dijalankan.”

Sengkey juga berharap Kapolres Minsel memperhatikan keluhan-keluhan mereka. “Kiranya Bapak Kapolres Minahasa Selatan dapat memperhatikan keluhan-keluhan kami sebagai warga,” tutupnya.

Diketahui, turut hadir menemani tim Polres Minsel saat pemeriksaan, pihak Pemdes, Frengky Sual, Jelly Mogogibung, Angely Lumapow, Frengky Merentek dan Jendra Langi. Pihak BPD, Ferra Bella, Elly Wongkar, Herry Lumowa, Ricky Manese dan Hanly Mogogibung. (Ferlandi Wongkar)