Forkopimda Jatim Tinjau Kampung Tangguh Semeru di Desa Ngale, Madiun

MANGUNINEWS, Madiun – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, yang didampingi Forkopimda Kab, Madiun, mengunjungi KTS (Kampung Tangguh Semeru) di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

Kabupaten Madiun sendiri saat ini masuk Zona Merah penyebaran Covid-19. Sementara itu pembentukan KTS (Kampung Tangguh Semeru) di Kabupaten Madiun sebanyak 44 KTS. Setelah menjadi zona merah, KTS ditambah 135, yang saat ini total sudah ada 179 KTS yang berdiri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, bahwa pembentukan KTS ini sangat penting. Ini sebagai langkah dan upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Jatim.

Kemendagri Nomor 3 Tahun 2021 terkait dengan PPKM berskala mikro, bagi Jatim sudah memulai kampung tangguh sebanyak 3.100 lebih se-Jatim. Yang dibangun dengan format melibatkan pertisipasi masyarakat yang dipimpin Kapolda Jatim.

PPKM berskala mikro sebenarnya protap nya mirip dengan kampung tangguh semeru, ada karantina, sosialisasi kesehatan ada (3T) Tracing, Testing dan Treatment.

“PPKM berskala mikro ini sebenarnya mirip dengan kampung tangguh semeru. Dimana saat ini di Jatim sudah terbentuk sebanyak 3.100 KTS,” kata Khofifah di Desa Ngale Kab, Madiun, Minggu (7/2/2021).

Menurut Khofifah, Kabupaten Madiun sendiri saat ini masuk sebagai wilayah zona merah penyebaran Covid-19. Sehingga diharapkan, masyarakat taat dan tertib menerapkan (5M). Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Hindari Kerumunan dan Kurangi Mobilitas.

Dari data Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Timur per/tanggal 6 Februari 2021, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Madiun mencapai 1.199 (+21), sembuh 988 (+19) dan meninggal 96 orang.

Sementara itu untuk evaluasi PPKM yang sudah diterapkan sejak 11 Januari 2021 lalu. Bahwa ada penurunan yang signifikan, baik pasien Positif Covid-19 maupun yang di rawat di Rumah Sakit.

Sedangkan pada tanggal 9 Februari 2021, akan dimulai PPKM berskala mikro dan tidak lagi berbasis Kabupaten/Kota dan sudah berbasis Desa bahkan ditingkat RT/RW.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan, bahwa Polri (Polda Jatim) sangat mendukung Surat Edaran Mendagri terkait dengan PPKM berskala mikro.

“Saya dan Pak Pangdam sangat mendukung surat edaran dari Kemendagri terkait PPKM berskala mikro, akan dilaksanakan mulai tanggal 9 Februari 2021 mendatang,” jelas Nico.

Menurut Nico, penerapan Kampung Tangguh Semeru di Desa Ngale ini sangat baik, dimana ada tempat karantina untuk pria dan wanita, serta adanya lumbung pangan dan juga benih ikan.

Nico menambahkan, Desa Ngale juga sudah terbentuk satu sistem yang baik, dimana akses masuk desa menggunakan satu pintu atau “one gate system”. Dimana setiap ada pendatang luar daerah dilakukan pendataan, serta dilakukan pemeriksaan kesehatan. Serta sudah membentuk (WA) grup, grup ini yang nantinya dipergunakan untuk dilakukan komunikasi serta koordinasi. Target kedepan di Jatim akan dibentuk 3.500 Kampung Tangguh Semeru (KTS).

“Kampung Tangguh Semeru di Desa Ngale ini cukup baik, yang menggunakan ” one gate system” untuk masuk ke desa. Selain itu juga sudah ada tempat karantina dan lumbung pangan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan kunjungan di Desa Ngale, Kapolda Jatim Irjen Nico Avinta bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto memberikan bantuan utk meningkatkan semangat kepada aiptu Andik bhabinkamtibmas dan sertu agus Bhabinsa Desa Ngale atas keberhasilannya membantu warga dalam pengembangan KTS di desa Ngale Kabupaten Madiun.