GMBI Minta Perusahaan Adil Kepada Pekerja PLTU Kema

MANGUNINEWS.COM, Kema – Ratusan karyawan yang bekerja untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kema, menggelar aksi Sabtu (4/4). Penyampaian aspirasi itu ikut dikawal Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Ketua GMBI KSM Kema, Koeman Van Kevin Geiller mengatakan, selain untuk mengawal anggotanya yang menjadi karyawan di perusahaan tersebut, lembaganya memang berkomitmen dengan kepentingan masyarakat di wilayahnya.

“Saya sebagai Ketua GMBI KSM Kema bersama beberapa anggota ingin membantu masyarakat dengan cara mengawal masyarakat pekerja di PLTU untuk menyampaikan aspirasinya,” sebut Geiller.

Ditegaskan, para pekerja “ring satu” (orang kampung) harus disamakan dengan para pekerja lain. Ia pun mengkritisi kebijakan perusahaan yang merumahkan pekerja lokal tetapi para pekerja di luar ring satu tetap bekerja.

“Memang gaji karyawan ring satu dibayar oleh perusahan tetapi sampai kapan para pekerja ring satu akan dirumahkan ? Apakah gaji tetap berjalan walaupun mereka tidak bekerja ?” ketusnya.

Diketahui, dalam aksi itu para karyawan menuntut agar pihak perusahaan menerapkan upah sesuai aturan pemerintah. Jika nanti diterapkan karantina, perusahaan harus menyediakan fasilitas yang nyaman untuk para pekerja, terlebih fasilitas kesehatan dan ini harus disamaratakan, jangan ada diskriminasi.

Mereka juga meminta agar pihak perusahaan, jangan mempermainkan gaji karyawan dengan tidak menerapkan aturan pemerintah tentang upah minimum pekerja. Mereka menuntut perusahaan membayar lembur mereka dan jangan hanya menganggapnya sebagai training. Jangan ada pemberhentian pekerja tanpa alasan. Pihak perusahaan harus memberikan alasan jika ingin memecat karyawan. Mereka menegaskan, jangan karyawan lain bekerja dan yang lain dirumahkan. (Tim Man)