GMKI Tomohon Gandeng PERUATI Bicara RUU PKS

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tomohon terus memberi perhatian terhadap masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Ini dibuktikan dengan menggandeng Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (PERUATI) di Tanah Minahasa, dalam diskusi yang bertajuk “Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak,” Sabtu (14/3), di Pendopo Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT).

Penasihat Badan Pengurus Nasional (BPN) PERUATI, Pdt. Ruth Wangkai dalam pemaparannya mengulas tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Menurutnya, RUU tersebut merupakan payung hukum yang tidak hanya bersifat menindak, tetapi juga bersifat sebagai pencegah bagi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

“RUU PKS ini tidak hanya berisi upaya penanganan dan rehabilitasi korban serta penindakan, akan tetapi pencegahan,” ungkapnya.

Ia juga mengulas tentang 9 jenis kekerasan seksual yang dijelaskan dalam RUU PKS ini. “Pelecehan seksual, eksploitasi seksual, pemaksaan penggunaan kontrasepsi, pemaksaan melakukan aborsi, perkosaan, pemaksaan perkawinan, pemaksaan pelacuran, perbudakan seksual, dan penyiksaan seksual,” jelasnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Tomohon Joice F. Worotikan mengungkapkan, LPA Kota Tomohon sudah berdiri 3 tahun, dan terus berkordinasi dengan pemerintah Kota Tomohon dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual.

“Pada tahun 2019, khusus LPA Kota Tomohon menerima 9 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan di tahun yang sama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) Kota Tomohon merilis 61 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tuturnya.

Sementara Gifliyani Nayoan, Teolog juga Senior GMKI mengatakan, ada 2 pertanyaan mendasar mengenai tema diskusi tersebut yakni, mengapa sampai terjadi kekerasan, dan bagaimana menghadapi ini.

“Pada dasarnya kita harus mendasari ini dengan menyadari, bahwa kita adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya, kemudian merefleksikan hal tersebut, sehingga kita mampu menghargai sesama kita,” akunya.

Mewakili tokoh pemuda GMIM, Penatua Cindy Rantung berharap melalui kegiatan diskusi ini dapat memberi edukasi bagaimana kaum muda menghindari kekerasan seksual, sehingga para perempuan dapat memproteksi diri sebagai langkah awal dalam menangkal kekerasan seksual ini.

Turut hadir dalam diskusi publik ini, Ketua Karang Taruna Kota Tomohon, Jilly Gabriela Eman, Senior member GMKI Cabang Tomohon, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Tomohon, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Tomohon, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Tomohon Unsart, Ikatan Mahasiswa Tomohon (IMT) Unima. (Tim Man)