GMNI dan LMND Siap Berjuang Bersama Masyarakat Tondei Satu

MANGUNINEWS.COM, Motoling Barat – Laporan dugaan korupsi oknum pemerintah desa Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat, oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kelompok Solidaritas Masyarakat Tondei Satu Demi Keadilan (SMTSDK), mendapat dukungan penuh dari mahasiswa, Jumat (14/8).

Utusan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Minahasa dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Minahasa, menyambangi desa Tondei Satu.

Maksud kehadiran para mahasiswa ini dijelaskan oleh Alfa Engka. Sekretaris GMNI Cabang Minahasa itu mengatakan, kedatangan mereka untuk merespon diskusi yang telah diselenggarakan di Tondano beberapa waktu yang lalu.

“Dari hasil diskusi kami pada tanggal 7 Agustus 2020, yang bertempat di Asrama Bogani Tondano, Minahasa, bahwa kami akang langsung turun ke lapangan agar informasi yang kami dapatkan lebih spesifik,” jelasnya.

Lanjutnya, sehari usai kedatangan, warga dan BPD mengajak mereka untuk melihat langsung pembangunan-pembangunan infrastruktur yang ada di desa Tondei Satu.

“Kami diajak oleh masyarakat dan beberapa anggota BPD yang ada untuk melihat pembangunan-pembangunan infrastruktur desa yang ada di Tondei Satu,” kata Engka.

Saat memantau langsung beberapa infrastruktur desa yang telah dibangun, mereka pun menemukan banyak kejanggalan yang nampak.

“Dari beberapa pengamatan kami tentang hal-hal yang kita lihat tadi, banyak kejanggalan yang kami dapatkan ketika melakukan observasi,” ujarnya.

Engka mewakili GMNI menyatakan sikap untuk mendukung penuh perjuangan BPD dan SMTSDK. Itu diaminkan oleh ketua LMND Eksekutif Kota Minahasa, Johanes Gerung.

“Kami mendukung penuh perjuangan dari masyarakat Tondei Satu untuk menyelesaikan permasalahan yang menimpa di desa Tondei Satu,” kata Gerung.

Menurutnya, mereka sedang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sebagai mahasiswa juga kami melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi yang langsung berdampak pada pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya saat diwawancarai.

Warga Jaga Lima desa itu, Lody Sengkey mengutarakan kebanggaannya kepada mereka. Ia setuju dengan upaya yang dilakukan para mahasiswa.

“Saya sebagai masyarakat Tondei Satu merasa bangga dengan apa yang sudah dilakukan oleh mahasiswa. Saya pribadi sangat setuju dengan tindakan-tindakan yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa,” katanya.

Sengkey berharap agar upaya yang telah dilakukan oleh kelompok ini bisa membawa kenyamanan bagi masyarakat desa Tondei Satu.

“Saya mengharapkan sekiranya apa yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa kiranya dapat membawa kesejukan buat kami masyarakat,” harapnya.

Ketua BPD, Hanly Mogogibung merespon baik upaya para mahasiswa. Menurutnya, ini menjadi bentuk dorongan terhadap perjuangan masyarakat desa Tondei Satu.

“Sebagai ketua BPD merespon baik kegiatan mahasiswa ini. Ini menjadi satu hal yang positif, dan juga ini salah satu bentuk dorongan bagi apa yang diperjuangkan di desa Tondei Satu,” tutup Mogogibung.

Diketahui, kedatangan para mahasiswa sudah sejak Selasa (11/8), dan mereka meninggalkan desa Tondei Satu pada Jumat (14/8). (Ferlandi Wongkar)