Hari Perawat Internasional, Paramedis Minta Masyarakat Jujur

Hari Perawat Internasional 2020 yang jatuh pada hari Selasa, 12 Mei, ikut diperingati para tenaga medis dan mahasiswa yang berkecimpung di dunia kesehatan. Hal itu diungkapkan di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Rifky Kawetil, perawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Manado Medical Center mengajak, masyarakat tetap menaati aturan pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Tolong jujur, siapapun yang merasakan gejala jangan menyembunyikannya kepada kami. Kami juga punya keluarga yang menunggu kami di rumah,” ungkap Kawetil, Selasa (12/05).

“Jika kalian jujur, kalian selamat dan kami pun selamat,” sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan sejumlah mahasiswa yang menjalani studi di beberapa perguruan tinggi yang terletak di Sulawesi Utara (Sulut).

Faris Albert Wenas, mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) berharap, ke depannya penanganan untuk pasien Covid-19 di Indonesia maupun diseluruh dunia dapat lebih baik lagi.

“Kiranya tidak akan bertambah lagi korban jiwa yang disebabkan oleh Covid-19, baik masyarakat perawat dan tenaga kesehatan lainnya,” asa mahasiswa keperawatan semester 8 itu.

Hal yang sama dituturkan Angela Sengke. Ia mengatakan, semoga para tenaga medis di seluruh dunia diberikan kekuatan dan kesehatan selalu dalam menanggani pasien di rumah sakit.

“Semoga pandemi Covid-19 atau virus corona ini cepatlah berlalu dan tidak ada lagi pasien yang bertambah,” ungkap mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat semester 4  (Unima) ini.

Mega Dirangga, mahasiswa semester 6 Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) mengatakan, sebagai mahasiswa, dirinya merasakan betul dampak dari Covid-19 ini. Ia berharap aturan pemerintah terus diindahkan masyarakat.

“Saya berharap semua masyarakat semakin memprioritaskan kesehatan dan menaati aturan pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Lewiki Voerman, mahasiswa Keperawatan semester 4 Akademi Keperawatan Andalusia mengatakan, kiranya lewat pandemi Covid-19 ini, perawat-perawat di Indonesia tidak dipandang sebelah mata lagi.

“Karena selama ini orang-orang berpikir bahwa perawat itu hanya pembantu dokter. Padahalkan perawat juga yang memegang peran penting dalam kesembuhan pasien,” tukasnya.

“Kiranya kita yang tidak terjangkit Covid-19, tetap dilindungi oleh Yang Kuasa,” kuncinya. (Tim Man)