Harley Mangindaan Usulkan Para Pendeta Dirapid Test

MANGUNINEWS.COM, Manado – Menanjaknya angka pasien positif Covid-19, mempengaruhi kondisi sosial masyarakat. Mencermati hal ini, Penatua Pria Kaum Bapa (P/KB) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Wilayah Manado Timur 4, Harley Mangindaan memberikan masukannya kepada pemerintah daerah dan gereja.

Mangindaan sedikit membeberkan kegiatan positif yang digagasnya beberapa waktu lalu. Mereka melakukan rapid test di GMIM Bukit Moria Tikala Baru, dan ditemukan ada yang reaktif.

“Akibatnya terjadi tekanan psikis. Itu akibat ada interval waktu untuk menunggu hasil swab test, setelah rapid test reaktif,” ujar Wakil Walikota Manado periode 2010-2015 yang akrab disapa Bang Ai.

Terkait pengalaman itu, Bang Ai juga mengusulkan kepada Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, untuk lakukan rapid test kepada para pendeta yang juga ketua jemaat di gereja masing-masing.

“Protap kesehatan sudah perlahan menjadi gaya hidup. Nda pake masker, nda gaul. Pemeriksaan tentang virus corona pun perlahan tapi pasti sudah menjadi menu biasa bagi warga. Begitu pun lembaga GMIM yang sedang merancang segala kegiatan sesuai protap penanganan Covid-19,” sambungnya.

Doktor Ekonomi Universitas Hansanudin itu mengingatkan, untuk penanganan data baru pasien reaktif, jangan menambah kegalauan warga sekitar pasien reaktif tersebut. Apalagi hasil swab test juga menunjukan positif.

“Stigma negatif dapat menambah beban psikis warga lain yang otomatis berdampak sosial. Belum lagi menurut informasi masih menumpuknya hasil swab negatif, dapat menambah tekanan bagi mereka yang belum terima hasil,” tandas Mangindaan.

Putra E. E. Mangindaan itu pun yakin pemerintah selalu bergerak cepat dan evaluasi semua yang ada untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. (Anugrah Pandey)