Hujan Terus Melanda, Pengeringan Cengkih Dilakukan Dengan Kayu Bakar

104

MANGUNINEWS.COM, Tutuyan – Wilayah Sulawesi Utara pada umumnya dan lebih khusus Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, kini terus diguyur hujan lebat. Baik siang maupun malam. Kondisi ini sangat berdampak terhadap masyakat petani cengkih ketika melakukan penjemuran atau pengeringan.

Karena begitu tingginya curah hujan, masyarakat petani cengkih terpaksa harus melakukan upaya pengeringan dengan berbagai cara agar panenan cengkih yang ada tidak mengalami kerusakan. Hal itu nampak ketika wartawan media ini melihat dari dekat ativitas masyarakat petani cengkih yang melakukan pengeringan dengan cara sederhana. Mereka menggunakan tungku dan kayu bakar, kemudian panas yang ada ditiupkan pada bak dimana cengkih berada.

Salah satu tokoh pemuda Tutuyan, Musiran Modeong mengatakan upaya ini dilakukan guna mengantisipasi agar cengkih yang sudah dipanen tidak akan mengalami kerusakan akibat curah hujan yang tinggi.

Selaku masyarakat petani cengkih, ke depan ia sangat berharap kepada pemerintah untuk dapat menyiapkan peralatan pengeringan cengkih di wilayah Boltim. Alasannya karena Boltim merupakan salah satu daerah penghasil cengkih setiap tahun berjalan.

“Karena Boltim adalah salah satu daerah penghasil cengkih, maka selaku masyarakat petani cengkih kami berharap kiranya pemerintah dapat menyiapkan peralatan pengeringan cengkih yang memadai guna mengantisipasi adanya curah hujan di setiap musim panen,” jelasnya berharap.

Senada juga disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat, Ismail Mokodompit. Menurutnya, sudah semestinya pemerintah dapat menyiapkan peralatan yang canggih untuk pengeringan cengkih di wilayah Boltim. “Karena daerah ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cengkih terbesar,” tandasnya. (Pusran Beeg)