HUT ke-1, Maesa Wanua Girian Indah Angkat Tradisi Budaya Minahasa di Bitung

MANGUNINEWS.COM, Bitung – Semangat melestarikan adat dan budaya Minahasa terus digencarkan. Kali ini gaung itu terdengar di wilayah Tonsea, Kota Bitung. Itu terlihat di Festival Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Rukun Wanua Girian Indah, Sabtu (29/2).

Ketua Rukun Maesa Wanua Girian Indah, Pieter Lasut menjelaskan, terbentuknya rukun yang lahir tepat 14 Februari 2020 itu, sebagai wadah berkumpul tou (orang, red) Minahasa.

“Rukun ini sebagai tempat berkumpul orang Minahasa yang ada di Kota Bitung, khususnya Wanua Girian Indah,” ujar akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) itu.

Selain menjadi tempat berkumpul, rukun ini juga menjadi ruang belajar bersama tentang tradisi budaya Minahasa. Itu karena budaya Minahasa yang mulai dilupakan.

“Kami melihat budaya Minahasa mulai tergerus oleh budaya luar. Ini menjadi ancaman bagi anak cucu kita. Untuk itu kami bertekad rukun ini bisa menjadi tempat belajar agar anak cucu kita bisa mengetahui, mengerti dan tetap melestarikan adat budaya Minahasa,” terangnya.

Terpisah Ketua Panitia Festival Budaya di Wanua Girian Indah, Frits Barens menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan kembali seni budaya Minahasa.

“Festiva Budaya ini untuk memperkenalkan seni dan budaya Minahasa kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar nanti tidak asing dengan seni budaya Minahasa,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, Festival ini telah menampilkan sejumlah pementasan seni dan budaya Minahasa.

“Kegiatan dimulai dengan parade budaya bersama puluhan penari kawasaran. Kemudian dilanjutkan dengan musikalisasi puisi dan musik kalelon makaaruyen. Ada juga maengket serta ilmu bela diri mahwayong,” jelasnya.

Turut terlibat dalam kegiatan ini, Komunitas Kalelon Makaaruyen (KAMA), Kawasaran Manguni Raja, Paesaan Mangindayo, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Komunitas TARETUMOU, Konsen Minahasa, Marco Rompis Fotografi, Kumeted Tonsea, SATOPE, Waraney Wuaya, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), MGI. (Anugerah Pandey)