HVK Gelar Reses di Kelurahan Lansot dan Woloan Satu

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Herol Vresly Kaawoan (HVK) turun lapangan mendengarkan keluhan dan usulan masyarakat di daerah pemilihannya, yakni Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa. Hal itu dia lakukan dalam kegiatan masa reses satu tahun 2021.

Khusus di Tomohon, ia mengunjungi dua kelurahan yaitu Kelurahan Woloan Satu, Kecamatan Tomohon Barat dan Kelurahan Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan.

Saat berada di Kelurahan Woloan Satu, sejumlah aspirasi pun dilontarkan.

“Pada umumnya infrastruktur kewenangan provinsi yang ada di Woloan Satu sudah baik. Tapi saya mengusulkan trotoar, dikarenakan baru terealisasi 200 meter dari total 1300 meter. Jadi yang belum terealisasi masih 1100 meter,” ungkap Agustinus Sindim.

Dilanjutkan Stenly Tololiu dan Ramly Sindim, mengusulkan ormas Relawan Sulut Nyaman diaktifkan kembali dan pembuatan zebra cross serta rambu lalu lintas.

Fremi Kojongian menyinggung prasarana umum, ia mengatakan Woloan Satu tidak ada lapangan. Maka ia mengharapkan kiranya mendapat bantuan pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Lurah, Rosevelty Kapoh menanyakan jalan Tomohon dan Manado serta bantuan program rumah layak huni.

“Perkembangan Woloan Satu semakin meluas dan di tiga jalan kelurahan, baru satu jalan terpasang lampu jalan,” sambung Robert Kapoh.

Diketahui, reses di keluraha tersebut dihadiri Lurah Woloan Satu, Felmy Kekung dan Sekretaris Lurah Rosevelty Kapoh, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Petani dan Ibu-ibu Rumah Tangga.

Sementara itu, di Kelurahan Lansot HVK tetap semangat mendengarkan aspirasi masyarakat. Salah satunya dari Imam Masjid Kampung Jawa (Kamja) Tomohon menyesalkan seringnya terjadi di Kamja proyek jangka panjang Musrenbang kelurahan yang sampai sekarang tidak terealisasi.

Masih dengan Tokoh Agama, Pendeta Vonny Ngantung mengatakan, mitra kerja Komisi 1 DPRD Provinsi Sulut adalah instansi vertikal Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Untuk itu, kami masyarakat masih mengharapkan program bantuan sertifikasi tanah prona yang sekarang di sebut PTSL,” ujarnya.

“Mengusulkan juga revitalisasi saluran air gorong-gorong yang ada di lingkungan dua, yang disebabkan pembuangan dan salurannya sudah mengecil, dimana salurannya melintas di jalan provinsi,” lanjut Donal Untu.

Kemudian, Rivay Pangalila mengusulkan reses ke depan nanti diadakan kuesioner dan Sarlota Bororing meminta bantuan dana buat lansia dari pemerintah provinsi, juga bantuan kursi roda dan tongkat penyangga buat lansia yang tak berdaya lagi.

Hendry Tanor, dengan tegas mengusulkan adanya penindakan dari pihak yang berwajib atas kendaraan roda dua dan roda empat yang menggunakan kenalpot racing.

“Dimana saat istirahat, masyrakat yang rumahnya tinggal di depan jalan raya merasa terganggu dengan kendaraan yang menggunakan kenalpot racing,” pintahnya.

Terakhir datang dari Ir. Daan Kairupan yang mengeluhkan kelangkaan pupuk di kota Tomohon, sehingga petani tidak lagi mengola lahan pertaniannya.

“Imbasnya juga ke peternak ayam dan babi, dimana harga jagung tiap minggu naik disebabkan jagung yang masuk dari Gorontalo. Perlu diketahui, pakan ternak buat ayam dan babi 50 % adalah jagung. Juga mengusulkan perbaikan dan pelebaran jalan provinsi yang ada di lingkungan satu kelurahan Lansot yang kurang lebih jaraknya 500 meter,” pungkasnya.

Giat di kelurahan ini dihadiri Sekretaris Lurah Ruland Sumolang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Petani, Peternak dan Ibu-ibu Rumah Tangga.

Menindaklanjuti sejumlah aspirasi tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulut ini berkomitmen akan berjuang dan mengawal aspirasi yang masuk demi kepentingan masyarakat.

“Sebagai kesimpulan, aspirasi masyarakat akan kami sampaikan kepada pemerintah provinsi Sulawesi Utara untuk ditindaklanjuti. Ada beberapa juga aspirasi yang masuk, menjadi kewenangannya kabupaten kota, untuk itu kami akan teruskan ke pemerintah setempat,” tutupnya.

Penulis: Anugrah Pandey