Jones Mait Indahkan Tekad Caroll-Wenny Terkait PTSL

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon tengah menggenjot permasalahan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Seperti diketahui, PTSL merupakan proses pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan serentak dan meliputi semua objek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan (red,belum bersertifikat) dalam satu wilayah.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk dan Wenny Lumentut bertekad, permasalahan PTSL di kota Tomohon segera teratasi dan menjadikan kota Tomohon daerah pertama di Sulawesi Utara, yang menyelesaikan PTSL 100% serta menjadi percontohan untuk daerah lain.

Hal tersebut turut diindahkan Kepala Kelurahan Kolongan, Jones A. Mait. Ia mengatakan, sampai saat ini PTSL di Kelurahan Kolongan tetap terbuka untuk umum.

“Bahkan ada upaya-upaya karena ingin mencapai target, maka digerakkan juga elemen yang ada, yaitu perangkat kelurahan untuk mengajak masyarakat. Dalam proses tersebut, dari pihak kelurahan semakin mempermudah untuk supaya mereka ingin ikut PTSL,” ujar Mait, di ruang kerjanya, Selasa (23/3/2021).

Ia melanjutkan, dalam rangka mencapai target 100%, pihaknya memiliki beberapa kiat atau kebijakan untuk menarik masyarakat mendaftar.

“Bahkan pada saat ini kami sudah mulai menjemput bola, dimana perangkat turun langsung ke lingkungan-lingkungan untuk mengajak masyarakat. Karena memang dalam posisi ini ada banyak masyarakat mungkin belum terlalu paham dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Makanya perlu pendekatan-pendekatan khusus yang pada dasarnya masyarakat terkendala dengan masalah biaya,” jelasnya.

Terkait masalah biaya, ia mengakui punya strategi-strategi khusus, agar supaya masyarakat tidak terlalu merasa berat dengan hal itu.

“Contoh untuk biaya pendaftaran pengurusan PTSL. Kami minta kalau ada rasa terkendala dengan hal itu, segera komunikasikan dengan saya selaku pimpinan kelurahan. Sebagai contoh bisa dicicil ataupun bisa secara kebijakan kami memberikan lebih dari yang diharapkan,” pintahnya.

Mait mengungkapkan, untuk perkembangan pendaftaran saat ini bisa dinilai baik menurut respon dari masyarakat.

“Meskipun saya mau cek lagi dengan pihak pertanahan, tapi saya lihat respon masyarakat sudah mulai baik. Koordinasi dengan pertanahan juga tetap jalan, karena mereka terus stay di kelurahan,” tandasnya.

Diketahui, untuk target yang diembankan kepada Kelurahan Kolongan, sebanyak 200 bidang tanah dan harus dicapai dalam waktu 50 hari kerja. Manfaat PTSL ini juga untuk meningkatkan data administrasi Pemkot Tomohon, pemetaan zona nilai tanah, dan dapat memberikan informasi kepada investor yang akan berinvestasi di kota Tomohon.

Penulis: Anugrah Pandey