Jumat Agung, Manoppo: Kami KGPM Serius Tunda Perjamuan Kudus hingga Aman

64

MANGUNINEWS.COM, Bitung – Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) menyikapi serius kebijakan pemerintah pusat, dalam memberlakukan protokol physical distancing. Seperti pelaksanaan ibadah Jumat Agung, di jemaat KGPM Bukit Sion, Kasawari, Bitung.

Kali ini, tidak diwarnai suasana sakramen perjamuan kudus seperti biasanya. Hal itu diakui Gembala Christhian Manoppo kepada media ini, Jumat (10/4) siang.

“Torang KGPM iko petunjuk pimpinan. Ibadah keluarga di rumah masing-masing tanpa perjamuan,” kata putra asal Tetey itu.

Gembala Sidang Kasawari ini mengungkapkan, mereka telah menerima surat edaran dari Pucuk Pimpinan KGPM, sejak Sabtu (28/3).

“Sesuai petunjuk pucuk pimpinan, kami menggumuli secara teologis maupun kelembagaan. Kami lihat ada persoalan yang sangat prinsip dan teknis. Kami kira situasi sekarang belum kondusif, sehingga perjamuan kudus ditunda atau ditangguhkan,” tegas Ketua Pimpinan Majelis Sidang KGPM Bukit Sion, Kasawari ini.

Manoppo menjelaskan, dalam surat edaran itu dijelaskan alasan Pucuk Pimpinan KGPM memberlakukan penundaan perjamuan kudus. Itu dalam rangka kebersamaan dengan pemerintah dan dalam kesehatian dengan gereja Indonesia, yang menanggapi dengan serius pandemi virus corona.

Diketahui, berdasarkan surat edaran itu, semua ibadah, baik Jumat Agung, Paskah Pertama dan Paskah Kedua, hingga Hari Kenaikan Yesus Kristus, dilaksanakan di rumah masing-masing keluarga.

Sementara, perayaan perjamuan kudus nanti dilaksanakan pada hari Minggu di rumah gereja, apabila kondisi sudah aman sesuai pernyataan pemerintah.

“Perjamuan ditunda hingga situasi dinyatakan aman oleh pemerintah, tapi ibadah-ibadah tetap jalan. Torang kurang tunggu informasi selanjutnya dari Pucuk Pimpinan KGPM,” tutup suami Regina Margaret Waworuntu yang juga Gembala di jemaat KGPM Makawidey. (Tim Man)