Keluarga Mawei – Pati Bantu Masyarakat, Jefifani: Saya Merasa Tergerak Hati

285

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Pemandangan tak biasa terjadi di Kota Tomohon, tepatnya di wilayah Kecamatan Tomohon Selatan. Jefifani J. Mawei SE M.Si., turun jalan berbagi dengan sesama.

Aksi itu diperagakan Keluarga Mawei – Pati, Minggu (19/4) dini hari.

Saat pemerintah telah menerapkan beberapa kebijakan terkait pandemi Covid-19, seperti work from home, social distancing, physical distancing, dan wajib menggunakan masker, Jefifani mengaku prihatin. Ia melihat ada banyak orang yang mengalami dampak kurang baik dari kebijakan itu.

Melihat kondisi tersebut, ia pun memberanikan diri untuk turun lapangan. Membagikan bantuan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19, termasuk para pendeta.

Saat dikonfirmasi, ia mengaku melakukan ini bukan karena ada maksud terselubung. Itu ia lakukan semata-mata karena sangat tergerak hati dan terpanggil dengan kondisi saat ini.

“Saya prihatin di situasi krisis akibat corona ini. Momen yang paling tepat untuk kita saling kasih-mengasihi dan berbagi, di saat kamu dalam kekurangan. Kalau kita bisa berbagi, inilah waktu yang tepat untuk membagi. Karena masyarakat harus tetap tinggal di rumah, sementara banyak kebutuhan yang harus mereka penuhi. Karena itu keluarga kami hanya berupaya mengurangi sedikit beban mereka,” ungkap Jefifani yang dikenal sebagai pengusaha dan Staf Ahli Fraksi Reformasi Nurani di DPRD Kota Tomohon.

“Saya mengajak keluarga-keluarga, teman dan sahabat, marilah kita membantu kepada keluarga yang banyak sekali membutuhkan bantuan saat ini. Sekecil apapun bantuan kita itu, akan sangat berarti,” ungkap Jefifani.

Ia berharap, semoga pandemic Covid-19 ini segera selesai agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa.

Aksi Jefifani ini menuai banyak reaksi positif dari publik. Masyarakat menilai jika apa yang dilakukanya layak untuk dicontoh oleh masyarakat yang lain.

Diketahui, saat mengunjungi dan menyerahkan langsung bantuan, Jefifani tidak mengumpulkan orang. Ia mengunjungi setiap rumah yang dituju hanya sendiri saja. (Denny Pongayow)