Kelurahan Bobo Bentuk Tim Satgas Penangan Covid-19

MANGUNINEWS.COM, Tidore Utara – Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, resmi membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Pembentukan itu berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kelurahan Bobo Nomor 05 tahun 2020. Ini merujuk dari Keputusan Walikota Nomor 31 tahun 2020 tanggal 17 Maret 2020.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kelurahan Bobo, M. Soleman Rivai, SE. Ia menjelaskan, Tim Satgas ini dibentuk bersama petugas kesehatan dan Babinsa Tidore Utara, serta tokoh agama, tokoh pemuda, ketua-ketua RT/RW Kelurahan Bobo, Selasa (14/4).

“Ini merupakan langkah yang sangat tepat, maka dari itulah perlu keseriusan untuk dilaksanakan,” ujar Soleman.

Ia menegaskan, tujuan pembentukan Tim Satgas ini dalam rangka penanganan virus corona (Covid-19). “Tugas kita juga melakukan sosialisasi, cara mencegah penyebaran Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), masker, dan cuci tangan di air yang mengalir. Dan untuk posko kesehatan gabungan pencegahan virus corona, bertempat di Kantor Kelurahan Bobo,” jelasnya.

Sementara, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Bripka Ruslan Sofyan berharap, setelah Tim Satgas terbentuk, ada kerja sama yang baik dari semua pihak.

“Apabila Tim Satgas ini sudah dibentuk, saya berharap kerja sama dengan baik sesuai dengan tugas yang kita rencakan bersama. Sehingga di Kelurahan Bobo selalu aman,” tegasnya.

Ia juga berharap, Ketua RT/RW mendata seluruh masyarakat yang ada di tiap RT/RW  agar bisa diketahui mana masyarakat Kelurahan Bobo di tiap wilayahnya, dan mana masyarakat pendatang dari luar yang masuk.

“Ini merupakan langkah yang strategis bagi Tim Satgas dalam penanganan penyebaran Covid-19,” tandasnya.

“Satu kasus yang ditemukan oleh petugas kesehatan Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, ada orang status ODP (Orang Dalam Pemantauan) telah membohongi petugas bahwa dia mengaku masyarakat Kelurahan Bobo,” ungkap  Ruslan mencontohkan.

Dijelaskan, setelah terjadi perbincangan di Kontor Kelurahan, ternyata ODP itu bukan warga Bobo. “Tetapi mereka bilang orang Bobo. Ini kan kebohongan. Oleh karena itu Tim Satgas harus siaga terus di masing-masing RT/RW penanganan Covid-19. Dan saat ini petugas kesehatan masih mencari tahu siapa orang itu yang mengaku masyarakat Kelurahan Bobo,” terangnya. (Marsaoly Yusri Yunus)