Kerap Dikeluhkan, PDAM Minahasa Angkat Bicara

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa terus menuai protes publik Tondano raya. Distribusi air bersih yang dinilai bermasalah, jadi pemicu. Hal ini mendapat respon dari Direktur Utama (Dirut) PDAM Minahasa, Arnold Winowatan.

Winowatan saat ditemui awak media mengakui persoalan yang dialami PDAM Minahasa. Salah satu persoalan mendasar yang dialami perusahaan plat merah itu adalah banyaknya mesin pompa berkapasitas besar yang tidak berfungsi atau mengalami kerusakan.

“Ya, memang ada berbagai persoalan. Jadi ada beberapa mesin pompa berkekuatan besar yang selama ini digunakan untuk mendistribusikan air ke wilayah Tondano raya itu rusak dan sementara diperbaiki,” akunya, Rabu (27/05).

Ia mencontohkan, kerusakan mesin pompa yang terjadi di Lewet. Mesin berkekuatan 30 kilowatt (KW) itu sudah tidak bisa difungsikan sehingga hanya bergantung pada mesin berkekuaran 20 KW.

“Nah, mesin pompa ini biasanya yang mendistribusikan air ke daerah Sasaran, Luan, Wewelen dan Kendis,” beber Winowatan.

Selain itu, mesin pompa berkekuatan 90 KW yang ada di Uluna juga sementara diperbaiki.

“Jadi yang dioperasikan 70 KW yang di Uluna. Ini membuat tekanan air sudah tidak mampu menyemprotkan air ke wilayah yang terlalu jauh,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Minahasa.

“Pompa yang rusak sudah diperbaiki dan rencananya akan dipasang secepatnya. Semoga pekan depan sudah bisa berfungsi kembali,” tandasnya.

Untuk diketahui, PDAM Minahasa mempunyai 8 mesin pompa di tiga titik yang digunakan untuk menyuplai air khusus untuk wilayah Tondano. Masing-masing, 3 pompa di Lewet, 2 pompa di Kembuan dan 3 pompa di Uluna. (Tim Man)