Komit Bantu Petani, HKTI Minahasa Tanam Bibit Padi M70D

71

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Upaya menyejahterakan petani di Kabupaten Minahasa terus diperlihatkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Minahasa. Itu terlihat dari sejumlah program yang giat digencarkan organisasi petani besutan Robby Dondokambey ini.

Terbaru, HKTI Minahasa melakukan penanaman padi M70D. Program yang menggandeng Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Manado (Unima) dan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa serta Kelompok Tani Kecamatan Kakas Barat itu, dilakukan di lahan pertanian Desa Touliang, Kecamatan Kakas Barat, Senin (17/02).

Wakil Bupati Minahasa, Robby Dondokambey yang juga Ketua HKTI Minahasa dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terhadap HKTI yang telah membantu pemerintah dan masyarakat Minahasa, khususnya di bidang pertanian, guna mewujudkan swasembada pangan.

“Adapun petani yang terpilih dalam menjalankan program ini, adalah kelompok tani yang ada di Minahasa. Kiranya dengan adanya padi M70D ini dapat turut menyejahterakan kehidupan petani yang ada di Minahasa,” ungkapnya.

Sekretaris HKTI Minahasa, Tito Manopo menjelaskan, padi varietas M70D merupakan hasil penelitian HKTI pusat yang diketuai Jenderal TNI Purn. Moeldoko.

“Ini merupakan sinergitas HKTI pusat, provinsi dan kabupaten, dalam rangka menunjang sektor pertanian yang ada di Kabupaten Minahasa,” bebernya.

Kadis Pertanian Kabupaten Minahasa, Yeittij Roring menambahkan, penanaman padi M70D merupakan salah satu program Pemkab dari pemerintah Provinsi lewat program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK).

“Program ini merupakan sinergitas dari Pemkab Minahasa lewat Dinas Pertanian, Pemprov Sulut bekerja sama dengan HKTI dan Fakultas MIPA Unima, dalam rangka mengentaskan kemiskinan,” terangnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pakar HKTI Sulut, Prof. DR. Orbanus Naharia mengatakan, program ini dalam rangka tahap uji coba yang dilakukan di beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Minahasa Utara, Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon.

Meski begitu Naharia mengungkapkan, padi jenis M70D belum bisa ditanam secara besar-besaran, tapi ini masih tahap uji coba.

“Di sisi lain padi jenis ini mempunyai keunggulan yakni meningkatkan hasil produksi dan hemat waktu, karena 70 hari sudah bisa dipanen. Sedangkan jenis yang lain masa panennya bisa lebih dari 100 hari,” jelasnya. (kharisma)