Kowaas Sampaikan Beberapa Hambatan Akses Pemilih Disabilitas

138

MANGUNINEWS.COM, Manado – Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD) Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kowaas, S.Sos., menyampaikan beberapa hambatan akses yang perlu diperhatikan penyelenggara pemilihan umum (pemilu), bagi penyandang disabilitas.

Ia menjelaskan, pertama-tama akses jalan harus baik.

“Akses jalan tidak boleh berbatu-batu, bertangga-tangga, tidak boleh licin, kemudian mudah dijangkau,” ujar Kowaas, dalam rapat koordinasi bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut, di Mercure Manado Tateli Resort, Sabtu (12/9).

Lanjutnya, saat ke bilik suara pintunya harus diberi ruang lebih, agar pengguna kursi roda ada kemudahan dan ruang gerak terjamin.

Kemudian, ketika di meja pencoblosan, ia meminta agar tingginya harus kurang lebih 75 cm, agar supaya tegasnya, pengguna kursi roda boleh melalukan secara mandiri.

“Baru untuk menaruh kertas suara, kotak suara tingginya harus 35 cm, supaya sekali lagi semuanya bisa melakukannya secara mandiri,” tukasnya.

Kowaas juga melihat, ada yang rancuh dalam pemilu saat ini, dimana semua harus memakai APD lengkap saat memilih. Sementara, teman-teman tunanetra bertanya-tanya akan kebijakan ini.

“Torang pe kepekaan itu ada di kulit. Kalo so tutup deng sarong tangan, kong bagimana kasiang torang mo baca,” tanya Kowaas.

Teranyar, setelah membuat simulasi di pusat dengan masukan-masukan yang ada, nantinya sebelum menerima kertas suara harus disemprot dengan hand sanitizer, kemudian pemilih tunanetra bisa memilih.

Lalu terkait dengan pendampingan, berlaku pada teman-teman disabilitas netra.

“Tapi mereka tidak bisa memilih secara memilih, dan itulah harus ada pendamping,” tandasnya.

Menurutnya, apabila semua hambatan ini dilaksanakan dengan baik, maka ini adalah kehormatan bagi penyandang disabilitas.

(Anugrah Pandey)