Laksanakan MPLS di Sekolah, SMP Negeri 1 Manado ‘Kangkangi’ 4 Menteri

MANGUNINEWS.COM, Manado – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, telah mengeluarkan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual melalui webminar.

Panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru.

Dalam panduan tersebut, untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah.

Diketahui Manado sebelumnya masuk zona merah penyebaran kasus Covid-19, kini turun ke zona orange. Walau demikian, sekolah tetap belum bisa masuk untuk kegiatan tatap muka meskipun sudah tahun ajaran baru.

Aturan empat kementerian itu terendus dilanggar SMP Negeri 1 Manado. Senin (13/7), sekolah ini tampak melaksanakan upacara, kegiatan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara tatap muka. Sejumlah nada kritsi meletup dari warga yang menyaksikan pemandangan itu.

Sejumlah orang tua murid bahkan mengaku sangat prihatin dengan keputusan yang diambil pihak sekolah tersebut.

“Siapa orang tua yang tidak khawatir kalau anaknya datang ke sekolah, berkumpul dengan orang banyak hari ini, di saat jumlah positif Covid-19 di Kota Manado yang terus bertambah. Setau kami, sudah ada keputusan pemerintah yang melarang aktivitas berkumpul seperti ini tapi entah kenapa sekolah tetap menggelar kegiatan tatap muka di sekolah,” keluh SN, ibu seorang siswa SMP Negeri 1 Manado, sembari meminta namanya tidak ditulis.

“Mohon Dinas Pendidikan Manado, Pak Walikota, bantu perhatikan masalah seperti ini. Karena tidak mungkin sekolah tidak tau kebijakan pemerintah terkini dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jadi kemungkinan besar sekolah sengaja melanggar aturan ini. Karena kalau tidak paham, sangat keterlaluan,” ketusnya.

“Mohon tidak usah tulis nama saya, tapi kalau ada dari dinas (Dinas Pendidikan, red)  yang mau dengar langsung keluhan orang tua seperti kami, kasih saja nomor telepon saya,” sambungnya.

Merespon hal tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Daglan Walangitan menyampaikan hal-hal penting sesuai informasi Dirjen dalam webinar Monitoring Layanan Pendidikan di masa Pandemi.

“Hal-hal penting penyampaian Dirjen dalam webinar Monitoring Layanan Pendidikan di masa Pandemi, Jumat, 10 Juli 2020 yakni Daring, Luring, Radio, TVRI, siswa SD harus didampampingi orang tua,” kata Walangitan, saat di hubungi, Senin (13/7).

“Tidak ada kegiatan PLS di sekolah,  hanya dapat dilakukan secara daring atau menyampaikan melalui surat. Gugus tugas nasional belum membolehkan belajar di sekolah. Siswa berdekatan rumah boleh belajar di rumah bergabung 4 sampai 5 orang, dikunjungi guru,” ungkapnya.

Sementara itu, ketika ditanyakan soal keluhan warga mengapa pihak SMP Negeri 1 Manado melaksanakan upacara pembukaan MPLS di lapangan sekolah yang dihadiri sebagian guru dan siswa, Walangitan belum memberi respon. (Anugrah Pandei)