Liow Seriusi Bantuan Pengembangan Kopi di Tomohon

209

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Komitmen untuk mendorong pengembangan kopi khas Sulawesi Utara (Sulut), secara khusus di kota Tomohon, ditegaskan Stefanus B.A.N. Liow. Hal itu diungkapkan anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) ini, saat bersua dalam diskusi bersama Komunitas Kopi Tomohon, sejumlah petani, barista, coffee roaster, pemilik kedai kopi, pengurus Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Sulut, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, di Elmonts Coffee & Roastery, Kelurahan Kolongan, Kecamatan Timohin Tengah, Rabu (21/10) sore.

“Saya menyukai kopi. Kopi itu ada di mana-mana. Makanya, saat kunker (kunjungan kerja) di daerah mana pun, saya selalu beli kopi khas daerah tersebut,” kata Liow, yang juga dikenal sebagai Pembina ASKI Sulut.

Di diskusi ini, Liow menegaskan soal bagaimana memaksimalkan bantuan pemerintah agar dapat menyentuh seluruh pelaku usaha, secara khusus Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Tadi Pak wali kota Tomohon menjelaskan soal bantuan pemerintah kota. Selain itu, sebenarnya ada juga bantuan presiden untuk UMKM. Di Sulut dapat jatah 22 ribu lebih UMKM. Bantuan ini biar hanya 2.4 juta rupiah, bisa dimanfaatkan. Saya punya ‘jatah’ 2.500, dan sudah 2000-an lebih saya berikan rekomendasi di Sulut. Termasuk di kota Tomohon. Saya sudah sampaikan, para pelaku UMKM kopi bisa juga memasukkan nama untuk mendapatkan bantuan ini,” jelasnya.

“Peluang-peluang  itu diberikan pemerintah. Pak wali kota dan Pak asisten juga sudah menyampaikan itu tadi. Harus dimasukkan di provinsi, batas waktu 22 Oktober 2020. Ini hebatnya presiden kita dan Menko Perekonomian kita. Dengan gaya begitu sehingga kita terhindar dari krisis ekonomi. Sebenarnya kondisi ekonomi kita sempat menurun di tengah pandemi ini, namun karena ada perhatian bagi UMKM-UMKM, sehingga kita terhindar dari hal-hal demikian,” terang Liow.

Menurutnya, kopi memang memiliki daya tarik tersendiri. Tinggal bagaimana kekhasan kopi yang ada di Tomohon. Liow pun mendorong para petani dan pegiat kopi untuk memaksimalkan hal itu.

“Sejak tanggal 10 Okober 2020, saya memang melakukan kunker di Sulut. Kebetulan kali ini terkait pertanian dan lingkungan hidup. Saya sudah kontak Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Pak Refly Ngantung. Dia katakan, sudah ada stok bibit kopi. Kalau mau, saya kontak. Kalaupun petani kopi mau lebih banyak lagi, nanti di tahun 2021 katanya ada juga,” tutur Liow.

Dalam penjelasannya, Liow juga mengungkapkan soal prospek pariwisata kebun kopi di Tomohon.

“Tadi pagi, saya jalan-jalan ke sawah-sawah di Taratara, saya ketemu orang yang usaha di Bali. Kenapa tidak di sawah itu ada pondok-pondok, bisa jadi destinasi wisata seperti di Bali. Kita bisa kembangkan lokasi seperti itu juga di Tomohon. Untuk pengembangan ke depan, bukan tidak mungkin juga kita buat ada hamparan kopi, di tengah situ ada kedai kopi, itu bisa jadi daya tarik wisata,” paparnya.

“Tomohon memiliki ketinggian di atas 700 mdpl. Tentu cocok untuk menanam kopi arabika, apalagi robusta. Kopi memang bisa jadi daya tarik tersendiri. Satu waktu di Tomohon ada hamparan kopi yang jadi program pilot project, dan di situ ada kedai,” sambungnya dengan nada penuh harap.

Liow optimis, ke depan akan ada kolaborasi petani dan pelaku UMKM kopi bersama pemerintah, untuk mengembangkan kopi di Tomohon.

“Ke depan ada banyak program yang pasti bisa dijembatani ASKI. Tapi dari pemkot Tomohon bisa membantu pengembangan UMKM kopi dan kelompok tani dengan cara membantu bibit kopi. Pemkot bantu, kami dari Komite II DPD RI juga akan membantu membackup,” tandasnya.

Hadir juga dalam diskusi ini, Wali Kota Tomohon, Jimmy F. Eman, bersama Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Tomohon, O.D.S. Mandagi, Kepala Dinas Pertanian, Steven Waworuntu dan sejumlah pejabat terkait lainnya. (Rikson Karundeng)