Makamkan Jenazah Covid-19, Bripka Jerry ‘Diganjar’ Penghargaan Kapolri

68

MANGUNINEWS.COM, Manado – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Idham Azis memberikan apresiasi yang tinggi untuk aksi humanis Bripka Jerry Tumundo yang viral di media sosial.

Kanit Reskrim Polsek Dimembe, Minahasa Utara ini secara sukarela menjalankan pekerjaan kemanusiaan di luar tupoksi Polri saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 yang sempat terlantar selama dua jam itu. Bripka Jerry difasilitasi Sekolah Inspektur Polisi (SIP).

“Saya atas nama pribadi dan institusi Polri respect sama hasil kerja kemanusiaan kamu, saya terima kasih. Seluruh anggota Polri bangga akan ketulusanmu bekerja membantu memakamkan korban akibat Covid-19,” kata Idham lewat sambungan video call WhatsApp dengan Jerry, Senin (13/4/2020).

Sebelum memberikan beasiswa sekolah, Kapolri sempat mempertanyakan pangkat Jerry yang sudah berkeluarga dan memiliki tiga anak itu.

“Sudah bisa sekolah belum,” tanya Idham.

“Sudah bisa Jenderal,” jawab Jerry sembari mengaku belum pernah ikut sekolah inspektur polisi.

Idham pun mengaku akan membuat surat talent scouting (jalur istimewa, penghargaan) agar Jerry bisa melanjutkan sekolah perwira.

“Nanti tahun depan masuk SIP ya. Bilang ke istri, Pak Kapolsek dan Kapolres, bilang Kapolri tadi telepon, nanti surat (telescoting)-nya saya kirim ke Kapolda ya,” kata Idham.

Sebagaimana diberitakan, sempat tertahan dua jam sebelum dimakamkan, Jenazah pasien Covid-19 yang meninggal pada Jumat (10/4) akhirnya dimakamkan oleh pihak Kepolisian. Hal tersebut terjadi karena Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tidak ada di lokasi pemakaman sejak jenazah datang pada pukul 10.25 WITA.

Pemakaman dilakukan setelah pihak kepolisian dan juga anak tiri dari pasien nomor 07 di Sulawesi Utara mau menjadi sukarelawan untuk mengubur jenazah, setelah pihak Satgas COVID-19 Sulawesi Utara berinisiatif membawa Alat Perlindungan Diri (APD) yang dibagikan untuk sukarelawan.

Kanit Reskrim Polsek Dimembe, Bripka Jerry Tumundo menjadi orang pertama yang menyatakan siap untuk menjadi sukarelawan menguburkan jenazah yang sudah telantar hingga hampir dua jam di dalam ambulans.