Manado Minta PSBB, Gubernur Sebut Perlu Kesiapan

MANGUNINEWS.COM, Manado – Di tengah pandemi Covid-19, permintaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) perlu dikaji secara matang. Dari 15 kabupaten dan kota yang ada di Sulawesi Utara (Sulut), hanya Kota Manado yang meminta diberlakukan PSBB. Hal ini diungkap Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dalam press conference usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Sulut, Selasa (19/5).

Dia pun mengungkapkan, sempat menanyakan kepada Wali Kota Manado Vicky Lumentut terkait kesiapan PSBB.

“Saya sudah tanya Wali Kota Manado, kesiapan PSBB-nya mana? Jangan cuma minta PSBB. Harus siap melakukan apa? Karena, PSBB ada konsekuensinya. Ada konsekuensi hukum, ada konsekuensi pemerintah. Kalau mereka suruh jaga jarak, tidak keluar rumah, siapa yang akan bayar orang makan di rumah?” kata Dondokambey.

Menurutnya, jangan sekadar meminta PSBB, tetapi harus siap dulu semua, baru dilaksanakan PSBB.

“Jadi ini, jangan sekadar meminta PSBB, harus siap dulu semua, baru kita lakukan PSBB. Jangan hanya sekadar PSBB, tiba-tiba aparat tidak mau memberikan pengamanan?” tegasnya.

Ia memberikan contoh di Bandar Udara Sam Ratulangi, di mana pemerintah sudah memberikan protap sangat ketat bagi siapa yang ingin berangkat ke luar daerah Sulut.

“Tapi kan saya bikin Pergub. Mau protap pemerintah pusat, boleh. Kita juga masuk, Sulawesi Utara juga ada protap. Jadi, biar dia sudah membawa surat rapid test, surat kesehatan, kita harus rapid test ulang. Ternyata betul, dari 37 penumpang kemarin, setelah dirapid test, satu orang reaktif. Coba kalau kita tidak rapid test. Dan 37 orang yang sama-sama dengan yang reaktif ini dikarantina di rumah singgah,” ujarnya.

“Nah, itu dampak-dampak seperti ini, kita tidak sadari. Kalau kita akan segera PSBB, kalau kita tidak siap semua? Jadi, pikirkan panjang-panjang, kita diskusi bersama-sama, baru kita ambil kebijakan,” tutupnya. (Anugrah Pandey)