Marah Adiknya Dipukul, Vada Aniaya Kenko

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon amankan pelaku tindak pidana (TP) penganiayaan di Stadion Babe Palar Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Jumat (3/7), sekira pukul 02.30 Wita.

Diketahui pelaku lelaki bernama NR alias Vada (23), warga Kelurahan Uluindano, dan korban lelaki KS alias Kenko (17), warga Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan.

Berdasarkan informasi dari keluarga korban ke Tim Totosik, korban telah dianiaya oleh pelaku, dan sudah membuat laporan di Polsek Tomohon Selatan.

Merespon laporan tersebut, Jumat (23/7), sekira pukul 11.30 Wita, Tim Totosik langsung ke lokasi (TKP), kompleks Perum Uluindano, Kecamatan Tomohon Selatan, di rumah teman pelaku.

Kepala Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung mengatakan, dari informasi yang didapat ternyata benar telah terjadi TP penganiayaan, dan pelaku berhasil diamankan dengan barang bukti (babuk), satu buah pisau lipat yang digunakan untuk mengejar korban.

“Kronologinya, pelaku marah kepada korban karena pada Senin (29/6), korban memukul dan mengambil HP milik adik pelaku. Diketahui antara korban dan adik pelaku memiliki hubungan pacaran. Pelaku mendapat informasi dari temannya bahwa adik pelaku akan bertemu dengan korban, Jumat (3/7). Pelaku memancing korban melalui media sosial (medsos) Instagram, akan bertemu di kompleks lapangan Babe Palar Walian,” kata Watung.

“Jumat, 3 Juli 2020, jam 02.30 Wita, pelaku menuju ke Stadion Babe Palar dan saat itu korban sudah berada di lokasi kejadian, tepatnya di pintu masuk stadion. Saat itu juga pelaku langsung masuk ke dalam mobil di mana korban berada dan langsung menganiaya korban dengan cara memukulnya menggunakan tangan pada bagian wajah,” jelas Watung.

“Pelaku juga sempat mengejar korban dengan pisau lipat pada saat korban melarikan diri saat dipukul oleh pelaku. Selesai menganiaya dan mengejarnya dengan pisau lipat, pelaku meninggalkan lokasi kejadian,” tambah Watung.

Dari data petugas, pelaku ternyata merupakan residivis kasus penganiayaan dan baru selesai menjalani hukuman pada maret 2020. (Denny Pongayow)