Masih Belum Jelas, Isu Pemberhentian Rumende Akan Dibicarakan Secara Internal

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Terkait isu pemberhentian Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tomohon, Dr. Rooije Rumende, masih belum jelas.

Merespon hal tersebut, Ketua LPM Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Drs. Ferdi Suoth enggan berkomentar.

Sebelumnya, 1 Februari 2021 Ketua LPM Provinsi Sulut bersama jajaran mengeluarkan surat keputusan pemberhentian Ketua LPM Kota Tomohon, dengan alasan menerima dana hibah dari Pemerintah Kota Tomohon pada tahun 2020, tapi tidak memberikan laporan pertanggungjawaban kepada LPM Provinsi.

“Kenapa pengaktifan kembali harus dibicarakan lagi. Itukan tidak sesuai dengan peraturan. Ketua Pembina saja tidak mengetahui kalau Ketua LPM Provinsi Sulut memberhentikan Ketua LPM Kota Tomohon cuma karena keuangan yang katanya tidak dilaporkan, sementara LPM Kota Tomohon tidak mengelola keuangan yang dimaksud,” ungkap salah satu pengurus LPM Kota Tomohon, Dr. Tinny Kaunang, M.Si.

Teranyar, Suoth telah menyatakan bahwa dia mengaku bersalah terhadap alasan itu, dan memohon maaf sudah menyatakan yang salah dan memberhentikan yang salah, serta menyatakan tidak mengulanginya lagi.

Sementara, Ketua Dewan Pembina LPM Provinsi Sulut, Dr. Iwayan Damai, M.Pd., M.SE., M.Si., yang ditugaskan DPP untuk menjadi penengah dalam masalah ini mengatakan, nanti akan dibicarakan secara internal organisasi.

“Kalau bisa nanti cari celah, cari jalan, cari tempat, cari waktu untuk bisa berbicara bersama untuk menyelesaikan keseluruhan permasalahan, salah satunya otomatis terkait pemberhentian,” katanya.

Dirinya mengakui terbuka untuk berdiskusi, supaya dalam penyelesaian permasalahan ini ada data yang bisa ia analisis, sehingga nantinya bisa membuat suatu kesimpulan.

Diketahui, untuk jangka waktu penyelesaian masalah ini, Iwayan menegaskan tidak sampai dua minggu.

Penulis: Anugrah Pandey