Masuk Perkebunan Boltim Tanpa Surat Jalan, 13 Warga Mitra Dipulangkan

MANGUNINEWS.COM, Tutuyan – Diduga takut tertular wabah Covid-19 di daerah asalnya, 13 warga Liwutung, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), datang “mengasingkan diri” di perkebunan Makilow Desa Tombolikat, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Mencium keberadaan warga pendatang yang tidak dikenal, sejumlah masyarakat Tombolikat langsung melaporkan kejadian itu ke Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Sangadi (Kepala Desa, red) Tombolikat Induk, Muhammad Nur Alheid saat menerima laporan masyarakat, segera mengambil sikap tegas untuk memulangkan warga tersebut.
Karena berbatasan wilayah dengan Desa Tombolikat Selatan, Alheid mengajak Kepala Desa Tombolikat Selatan bersama beberapa aparat desa, serta Bintara Pembina Desa (Babinsa), bergegas satukan langkah, naik di perkebunan Makilow untuk menangani laporan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Aba (sapaan akrab Alheid, red) menegaskan, orang luar yang masuk harus segera melapor. Itu sudah jadi aturan di masa pandemi Covid-19. Kalau tidak, bisa ditindak secara hukum atau dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Sesuai dengan yang ditegaskan Bupati Boltim, kalau ada orang baru kong torang nyanda mo tindaki, torang yang mo ditindaki. Karena torang dengan pimpinan punya konsekuensi begitu,” ujar Alheid, Kamis (9/4).

Kata Sangadi, kedatangan warga Mitra itu alasannya untuk membersikan cengkih. Namun ia mengaku heran, di situ tidak terlihat adanya mesin slasher (alat pemotong). Apa lagi saat ditanyai surat jalan dan surat kesehatan dari tempat asal, mereka tidak bisa menunjukkan.

“Nda ada slasher mo ba momaras. Jangan ba dusta akang pa torang, ini demi keselamatan pa torang. Saya sampaikan, Bapak dan Ibu mo suka selamat? Mo suka sehat? Torang juga nimau mo mati,” ucap Sangadi.

Tanpa panjang lebar, Sangadi Alheid pun memperingatkan warga tersebut agar segera turun dari perkebunan. Mereka akan dibuatkan surat lalu dipulangkan. Kalau dalam waktu satu jam tidak turun, Sangadi Tombolikat ini memastikan akan kembali naik ke perkebunan tersebut.

“Kita kase tau pa dorang bahwa Covid-19 ini, kalo cuma pa satu orang yang kanal nda talalu bahaya. Tapi yang depe bahaya itu depe penyebaran, torang takut dengan itu. Jangan-jangan ngoni so ada bibit di sana kong ngoni mo lari pa torang pe kobong, torang di sini yang mo mati,” tandas Alheid.

Diketahui, 13 warga Desa Liwutung, Mitra yang masuk tanpa melapor ke pemerintah setempat itu, langsung dipulangkan oleh pemerintah Desa Tombolikat. (Tim Man)