Masuk Pertengahan Tahun, Penerimaan PAD Masih ‘Jongkok’

MANGUNINEWS.COM, Tutuyan – Reaksi prihatin meletup dari publik ketika mengetahui sampai memasuki pertengahan tahun ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) masih tergolong minim. Per 12 Juni 2020, yang masuk ke kas daerah masih ‘jongkok’ dibanding besaran penetapan yang ada.

Pada tahun 2020 ini, Pemerintah Daerah Boltim telah menetapkan besaran PAD sebesar Rp. 17.197.357.222.60, dan sampai per 12 Juni penerimaan PAD yang masuk ke kas daerah baru sebesar Rp. 3. 456.351.975.12 atau sebesar 20,10 persen dari besaran penetapan.

Rincian penetapan dan serapan PAD per 12 Juni 2020 tersebut yaitu, Pajak Daerah di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) penetapan PAD sebesar Rp. 5.705.733.693.00, sementara penerimaannya baru sebesar Rp. 1.113.698.070 atau 19,52 persen. Retribusi Daerah Dinas Perhubungan penetapan PAD sebesar Rp. 317.916.650, sementara untuk penerimaan Rp. 214.429.900 atau sebesar 67,45 persen.

Dinas Kesehatan, penetapan besaran PAD Rp. 29.265.000, sementara penerimaan sebesar Rp. 32.595.500 atau sebesar 111,38 persen. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, besaran penetapan PAD Rp. 31.815.650, sementara penerimaannya baru sebesar Rp. 1.600.000 atau sekitar 5.03 persen.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, penetapan besaran PAD sebesar Rp. 136.300.000, penerimaannya sebesar Rp. 167.013.900 atau sekitar 112,53 persen. Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM penetapan PAD sebesar Rp. 50.000.000, sementara untuk penerimaan baru Rp. 8.320.500 atau sebesar 16,64 persen.

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan atau bagian laba atas penyertaan modal pada perusahan milik daerah sebesar Rp. 950.000.000, realisasi penerimaan Rp. 953.914.429 atau sebesar 100.41 persen, dan Lain-Lain PAD Yang Sah, dimana untuk penetapan besaran PAD sebesar Rp. 10.223.724.879.60, realisasi penerimaan Rp. 1.174.309.576.12 atau sekitar 11.49 persen dari besaran penetapan.

Melihat kondisi penetapan besaran PAD dan realisasi penerimaan sampai per 12 Juni 2020, Ketua Laskar Anti Korupsi (Laki) Ismail Mokodompit memberi reaksi kritis. Menurutnya, jika melihat dari besaran penetapan PAD yang ada, sesungguhnya sangatlah rendah, dibandingkan dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Boltim.

“Di sini menunjukkan bahwa ke depan, Pemerintah Daerah melalui instansi teknis terkait harus melakukan upaya untuk menggali dan mengelolah berbagai potensi yang ada, sehingga dapat mendorong sektor penerimaan daerah berupa PAD. Karena bila tidak, maka sudah tentu dari tahun ke tahun sektor penerimaan daerah tidak akan pernah meningkat terkait dengan besaran penetapannya,” kata Mokodompit.

Sementara, terkait dengan adanya realisasi penerimaan sampai per 12 Juni 2020, Mokodompit menyampaikan harapannya kepada instansi teknis terkait untuk terus berupaya sehingga besaran penetapan PAD dapat dipenuhi atau dapat mencapai 100 persen dari besaran penetapan yang ada pada ahir tahun nanti. (Pusran Beeg)