Maya Rumantir Bahas ‘Merdeka Belajar’ Bareng Mahasiswa Unsrat

75

( Sosialisasi Empat Pilar MPR RI )

Manado, ME
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulawesi utara, Maya Rumantir kembali turun lapangan untuk melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi, Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi Negara; UUD Tahun 1945; Sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR; NKRI Sebagai Bentuk Negara; Dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

Selasa (11/2/2020) Maya Rumantir menggelar sosialisasi bersama mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi di Manado. Dalam sosialisiasi ini, Maya membahas dan berdiskusi tentang dunia pendidikan di Indonesia dan di Sulut khususnya. Salah satu hal menarik yang sempat dibahas adalah terkait Merdeka Belajar yang digaungkan Mendikbud Nadiem Makarim.

Pada kesempatan itu, Senator Sulut ini menyatakan, saat ini gagasan merdeka belajar memang sedang dicanangkan oleh Kemendikbud baik di pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.

 

Ia mengatakan, ke depannya Kemendikbud ingin suasana perkuliahan yang lebih fleksibel. Fleksibilitas saat ini harus dilakukan di perguruan tinggi agar bisa mendorong mahasiswa dan dosen lebih kreatif dalam menjalankan kegiatan perkuliahan.

“Artinya kalau sekarang ini kita harus membuat proses belajar yang juga peningkatan kompetensi siswa atau mahasiswa, itu lebih fleksibel. Dengan fleksibilitas yang lebih tinggi kita bisa lebih cepat merespons perubahan atau juga secara proaktif melihat perubahan yang terjadi,” paparnya.

Maya menjelaskan, fleksibilitas dalam dunia edukasi taraf perguruan tinggi itu bisa dicontohkan, dalam kondisi mahasiswa satu progam studi atau satu fakultas, bisa mengambil mata kuliah yang dipandang relevan di fakultas lain. Sistem perkuliahan juga bisa dilakukan lebih fleksibel dalam arti memperhitungkan bakat di luar akademis seorang mahasiswa.

“Misalnya, ada mahasiswa yang punya talent berwirausaha. Dia dengan teknologi baru yang ia ketahui, dia mengembangkan usaha. Kemudian berhasil memperkerjakan sekian orang itu bisa diberi kredit, artinya bagian dari SKS memenuhi kurikulum prodinya,” paparnya.