Merefleksikan Paskah, Pendeta Abner: Gereja Harus Bangkit

243
Abner Bermula

MANGUNINEWS.COM, Airmadidi – Baru saja umat Kristiani melewati Jumat Agung. Mungkin ada yang terpisah oleh jarak dan tempat yang berbeda. Tetapi percaya, semuanya berkemenangan di dalam Tuhan, sebagai pengujian iman mentalitas orang Kristen. Hal ini ditegaskan Pdt. Abner Bermula S.Th

“Karena Yesus relah mati untuk menebus dosa umat-Nya, dan bangkit pada hari ketiga (Paskah) untuk menang dari maut,” kata Pendeta Gereja Kalvari Pantekosta Misi di Indonesia (GKPMI) jemaat Batu Penjuru, Kelurahan Sukur, Kecamatan Airmadidi ini, ketika dihubungi via telepon, Sabtu (11/04).

Ia menilai, di tengah pandemic Covid-19 yang melanda dunia kini, suasana Paskah umat Kristiani terasa berbeda. Suatu perubahan besar terjadi bagi kaum Kristiani dalam menyambut Paskah.

“Kalau di tahun sebelumnya, perayaan Paskah umat Kristiani biasanya dilakukan di tempat-tempat wisata seperti pantai, kolam renang dan lainnya, sebagai wujud sukacita Kristus telah mengalahkan maut. Namun sekarang berbeda karena kita merayakan semuanya dari rumah,” ungkap Pendeta Abner.

Menurutnya, perubahan ini pernah terjadi pada murid-murid Yesus selama akhir minggu Paskah.

“Jumat Agung membuat mereka putus asa. Orang yang mereka percayai dan ikuti sebagai mesias telah mati. Mereka kecewa dan ketakutan, akhirnya mereka menutup pintu-pintu rumah mereka dan memilih diam di rumah saja,” katanya.

“Tetapi beberapa hari kemudian, ketakutan mereka berganti menjadi kegembiraan. Mendengar Yesus telah bangkit. Dengan berani mereka memberitahukan, bahwa Yesus telah bangkit dari maut. Dan mereka cukup berani melakukannya di Yerusalem pula. Mereka telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya dan mereka tau bahwa itu adalah Tuhan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, walaupun dengan situasi seperti sekarang, gereja harus bangkit sebagai dasar iman orang yang percaya.

“Mungkin kita terpisah oleh jarak dan tempat yang berbeda. Tetapi percaya, bahwa kita berkemenangan di dalam Dia, di tengah kita menghadapi pandemi Covid-19. Perayaan Paskah harus menjadi dasar gereja. Gereja tidak akan berdiri jika kebangkitan tidak benar. Paulus berkata, dalam kitab 1 Korintus 15:17, jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu,” tukasnya.

Pendeta Abner pun memberi saran agar umat tetap berdoa dan percaya. Walaupun kondisi saat ini membatasi masyarakat melakukan peribadatan secara bersamaan-sama, tapi umat dengan Tuhan untuk merayakan Paskah tidak pernah terbatas.

“Kebangkitan Kristus (Paskah) adalah jaminan Allah. Tetap sabar menghadapi ujian Covid-19 ini, Kristus yang kita sembah adalah Kristus yang telah bangkit dan menang dari maut,” tandasnya.

Di momen hari kemenangan ini, Pendeta Abner mewakili seluruh jemaat Batu Penjuru, Kelurahan Sukur, Kecamatan Airmadidi, menyampaikan selamat merayakan Paskah untuk umat Kristiani di manapun berada.

“Kiranya melalui Paskah kita semua bisa melewati cobaan ini. Tuhan Yesus memberkati,” kuncinya. (Roki Taliawo)