Monintja Minta Kepekaan Penyelenggara Pemilu Jangan Ditutup

MANGUNINEWS.COM, Manado – Banyaknya temuan pelanggaran dari pasangan calon (paslon) dalam tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 ini, membuat penyelenggara pemilu dituntut kepekaannya.

Itu dikatakan pengamat kepemiluan, Dr. Donald Monintja, S.Sos., M.Si., kepada elektoral.id, Rabu (18/11).

Dia mengungkap kesannya jangan jadi tebang pilih dalam menindaklanjuti temuan-temuan.

Ia menjelaskan, penyelenggara pemilu baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) itu memang sudah dibungkus dengan regulasi yang ketat.

“Salah sedikit mereka bisa kena kode etik. Tetapi untuk menindaklanjuti hasil itu, harus lebih peka,” pintah Monintja.

“Jadi, badan pengawas itu jangan hanya berdasarkan pada temuan. Memang harus berdasarkan temuan, karena harus ada fakta dan data. Tetapi kepekaan itu harus ada, bahwa tiap tahapan yang diawasi harus ada kepekaan disitu. Maksudnya kepekaanya itu jangan ditutup,” sambungnya.

Menurut dirinya, soal kapasitas dan kualitas penyelenggara pemilu sudah luar biasa kemampuanya.

“Tetapi menurut saya, soal kepekaan juga sangat penting. Jangan malah hanya masyarakat yang jadi peka,” kunci Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik itu.

(Anugrah Pandey)