Monitoring Penyaluran BLT, Tangkulung Warning Warga Penerima

154

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Minahasa, Jeffry Tangkulung, terus memonitoring jalannya penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Rabu (20/5) hari ini, beberapa desa yang menjadi lokasi peninjauan Kadis Tangkulung, Desa Kaweng, Kecamatan Kakas, sampai desa jauh yang ada di pesisir pantai Timur Minahasa, yakni Desa Parentek dan Atep Oki, juga Desa Kapataran Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur hingga wilayah Kecamatan Kombi.

Kepada masyarakat penerima Kadis mengatakan, bantuan pemerintah yang bersumber dari Dana Desa (DD) akan disalurkan di tiga tahap dan saat ini penyerahannya baru di tahap pertama.

”Bapak, Ibu dan saudara-saudara akan mendapatkan dana 600 ribu rupiah di setiap bulannya dan akan disalurkan selamat tiga bulan oleh pihak bank,” kata Tangkulung.

Dijelaskan, terkait data setiap penerima itu berdasarkan hasil musyawarah tim independen yang dibentuk di setiap desa. Pemerintah desa, baik Hukum Tua (Kepala Desa) juga perangkat desa, tidak mempunyai hak dalam penetapan.

”Nama penerima BLT ini berdasarkan hasil musyawarah tim independen di setiap desa, bukan kemauannya Hukum Tua atau perangkat desa. Tidak ada titipan-titipan dari perangkat desa maupun Hukum Tua,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Tangkulung, data setiap penerima ini terlebih dahulu telah diumumkan lewat pengeras suara serta namanya dipampang di tempat umum.

“Selain rumah penerima dipasangkan stiker, mereka yang mendapat bantuan BLT ini pula datanya diumumkan lewat pengeras suara dan data tersebut dipampang di setiap tempat umum. Perlu juga saya sampaikan, mungkin se-Indonesia hanya di Minahasa nama penerima dipajang di kantor bupati. Tujuannya hanya satu, transparan. Jadi masyarakat bisa mengakses siapa-siapa saja yang mendapat bantuan BLT ini, sehingga masyarakat juga yang menilai mereka yang layak dan yang tidak layak,” paparnya.

Terkait bantuan yang sudah disalurkan, Kadis berharap dapat digunakan dengan bijak sesuai kebutuhan keluarga.

”Harapan kami pemerintah, batuan yang sudah diberikan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Beli kebutuhan pokok kita, jangan sampai dipakai untuk hal-hal yang tidak berguna seperti main judi, beli minuman keras, beli rokok. Ingat, kalau kedapatan ada masyarakat yang mengunakan bantuan ini ke arah yang tidak semestinya, otomatis nama penerima akan dievaluasi oleh pemerintah desa dan tim independen desa setempat. Yang pasti bulan berikut tidak akan mendapat bantuan ini,” tegasnya sembari mengapresiasi pihak Bank Sulutgo dan BNI yang menjadi mitra kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa.

”Terima kasih bagi perbankan yang bisa ada di tengah-tengah masyarakat. Dengan kehadiran mereka ini, ada kemudahan bagi warga penerima bantuan. Pertama, penerima tidak perlu antri di bank, kedua tidak perlu keluar anggaran. Kalau biasanya calon nasabah saat membuka rekening harus ada biaya administrasi dan uang pangkal namun dalam penyaluran bantuan ini kalian tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (Kelly Korengkeng)